Bambang Haryo Serahkan Ribuan Paket Bantuan dan Desak Sistem Peringatan Dini di Agam

- Senin, 15 Desember 2025 | 06:48 WIB
Bambang Haryo Serahkan Ribuan Paket Bantuan dan Desak Sistem Peringatan Dini di Agam

Bantuan untuk Korban Banjir Agam Kembali Disalurkan

Kabupaten Agam di Sumatera Barat masih berjuang pulih dari bencana banjir. Di tengah situasi itu, bantuan kemanusiaan terus mengalir. Kali ini datang dari anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, atau yang akrab disapa BHS dari Fraksi Gerindra.

Ini bukan aksi pertamanya. Sebelumnya, bersama DLU Holding, dia juga sudah menyalurkan bantuan serupa untuk korban banjir di Aceh Tamiang. Rupanya, keprihatinannya terhadap bencana alam di berbagai daerah cukup besar.

Di Pos Pengungsian Kecamatan Payalemba, Nagari Salareh Aia, ribuan paket bantuan akhirnya tiba. Isinya beragam, mulai dari sembako, perlengkapan sekolah, sampai keperluan rumah tangga seperti gas dan kompor. Tak lupa, ada juga perlengkupan khusus untuk ibu dan anak.

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang saat ini berada di pos pengungsian,” ujar Bambang Haryo, Minggu (14/12/2024).

“Setidaknya, ini bisa meringankan beban di tengah situasi sulit pascabencana,” tambahnya.

Menurut BHS, penyaluran bantuan ini tak lepas dari dorongan dan koordinasi dengan dua rekannya sesama anggota DPR RI dari Gerindra Sumbar, Andre Rosiade dan Ade Rezky Pratama. Harapannya sederhana: bantuan harus tepat sasaran.

“Kami berharap bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang paling membutuhkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung,” katanya.

Di sisi lain, BHS tak hanya sekadar menyerahkan bantuan. Dia juga mendesak pemerintah pusat untuk bertindak cepat dan strategis dalam proses pemulihan ini. Meski begitu, dia tetap mengapresiasi upaya yang sudah dilakukan pemerintah sejak hari-hari pertama bencana.

Apresiasi khusus juga ditujukan kepada para aparat.

“Saya juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, Polri, serta Brimob yang telah bekerja keras di dapur umum untuk memastikan kebutuhan makanan para pengungsi tetap terpenuhi,” tuturnya.

Pemulihan infrastruktur jadi perhatian serius. BHS meminta pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi, segera mempercepat pembangunan hunian sementara atau huntara. Hunian itu nantinya bisa dipakai warga sembari menunggu rumah tetap yang difasilitasi pemerintah.

Kolaborasi pun digalang. Penyaluran bantuan ini rencananya akan didukung oleh Gapasdap (Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan) dan sejumlah pelaku industri lain yang berencana mengirim bantuan susulan.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah, DPR, dunia usaha, dan masyarakat, saya berharap proses pemulihan pascabanjir di Kabupaten Agam dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan,” harap BHS.

Kunjungannya ke lokasi juga menyisakan catatan penting. Ternyata, sistem peringatan dini atau early warning system di wilayah terdampak belum ada. Padahal, ini hal krusial.

Ia mendesak pemerintah daerah segera menyiapkannya. Dengan sistem itu, warga bisa lebih siap siaga saat bencana datang. Evakuasi bisa lebih terencana, termasuk menunjuk meeting point yang aman.

“Simulasi kebencanaan harus secara rutin dilakukan,” tegasnya.

Tujuannya jelas: agar tidak terulang lagi korban sebanyak sekarang. Data yang ia sebutkan cukup menyayat hati: lebih dari 55 orang meninggal dan hilang, sementara 496 warga lainnya terpaksa mengungsi.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar