Di sisi lain, Kiai Didin yang juga mantan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini mengingatkan bahaya lain. Ia memperingatkan agar negara tidak terjebak dalam praktik sinkretisme, yaitu mencampuradukkan ajaran agama yang berbeda-beda.
Dalam pandangannya, hal itu termasuk perbuatan zalim dan berpotensi merusak akidah umat Islam. "Jangan sampai Kemenag itu kemudian dipakai untuk alat propaganda yang tidak benar ya," pesannya.
Ia lantas menegaskan bahwa umat Islam sebenarnya sudah paham betul soal toleransi. Nilai menghormati dan menghargai antar pemeluk agama, menurutnya, sudah berjalan dari dulu di negeri ini.
"Toleransi dari dulu sudah ada," tandas Kiai Didin.
Baginya, cara pandang toleransi jangan sampai keliru. Jangan pula diartikan terlalu jauh hingga memasuki wilayah ajaran agama masing-masing. Mekanismenya sudah jelas: hari besar Islam dirayakan umat Islam, hari besar agama lain dirayakan oleh penganutnya sendiri. Itu saja. Dan itu semua, katanya, sudah berjalan dengan baik.
Rep: Suhail
Red: Adhila
Artikel Terkait
Anjing Liar dan Lalai Pemilik: Dua Insiden Serangan Ganas Guncang Jawa Barat
Kepala Polresta Sleman Dicopot Usai Kasus Pembelaan Diri Berujung Maut
Cinta Tak Kenal Usia: Kisah Sopir Truk dan Majikannya yang Akhirnya Sah di KUA
Opini Tanpa Data: Ancaman Nyata bagi Demokrasi di Era Medsos