Di sisi lain, narasi yang dibangun terasa begitu dipaksakan. Padahal, dengan sedikit verifikasi, kebohongannya langsung ketahuan. Sayangnya, kecepatan informasi kadang mengalahkan ketelitian.
Yang jelas, momen di Karanganyar itu adalah bagian dari kunjungan kerja biasa. Suasananya santai, penuh canda tawa dengan warga setempat. Sangat berbeda jauh dengan situasi genting di daerah bencana.
Jadi, sebelum ikut menyebarkan, ada baiknya kita cek dulu. Jangan sampai niat baik membantu korban malah dikotori oleh fitnah yang tak bertanggung jawab. Kasihan warga yang sedang berduka, diperas lagi dengan politik adu domba seperti ini.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral