Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera ternyata tak hanya merenggut rumah warga. Lebih dari empat puluh tiga cagar budaya ikut menjadi korban, terendam air atau terdampak longsoran. Demikian perkiraan awal yang disampaikan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.
Angka itu mungkin belum final. Menurut Fadli, data masih terus berubah dan kemungkinan besar akan bertambah. "Nah, jadi sejauh ini ternyata bertambah. Jadi bukannya hanya 43, kemungkinan ada puluhan. Ini kami terus mencatat," ujarnya.
Ditemui di kantornya di Jakarta pada Minggu lalu, Fadli menjelaskan bahwa pendataan awal telah dilakukan. Kerusakan menyebar di beberapa provinsi, menimpa museum hingga tempat ibadah.
"Pada tahap awal kemarin yang baru kita data itu 43. Ya, baik itu berupa cagar budaya tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun yang sudah tingkat nasional. Ada masjid, ada gereja, ada makam-makam, dan juga ada museum," kata Fadli.
Di sisi lain, kabar baiknya adalah Kementerian Kebudayaan sudah menyiapkan anggaran khusus untuk perbaikan. Dana itu menunggu waktu yang tepat untuk dialokasikan, yakni setelah masa tanggap darurat bencana berakhir.
"Ya, misalnya kalau dia tergenang, kalau dia rusak, kita sudah siapkan. Tinggal menunggu masa mitigasi bencana ini selesai," tegasnya.
Selain fokus pada bangunan bersejarah, upaya bantuan juga menyentuh warga. Kemenbud disebut telah menyalurkan bantuan logistik seperti makanan dan pakaian. Bahkan, terkumpul dana sekitar Rp1,5 miliar yang langsung diberikan kepada korban.
Namun begitu, tugas jangka panjang justru baru dimulai. Rehabilitasi cagar budaya menjadi prioritas berikutnya. Fadli menegaskan bahwa pemulihan tidak hanya untuk benda mati, tetapi juga untuk para pelaku budaya dan juru pelihara yang kehilangan mata pencaharian.
"Tahap selanjutnya untuk rehabilitasi tentu terkait tupoksi dari Kementerian Kebudayaan adalah cagar budaya dan museum itu yang terkena dampak, termasuk pelaku-pelaku budaya dan juga juru pelihara kita," pungkasnya.
Jadi, selamatkan nyawa dulu. Lalu, giliran menyelamatkan sejarah.
Artikel Terkait
Indonesia Tuan Rumah Kualifikasi U-12 Junior Soccer World Challenge 2026, Jadi Peluang Emas Akademi dan SSB
LPSK Turun Tangan Tangani Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, 13 Permohonan Perlindungan Masuk
Roy Suryo Pamerkan Amplop Berisi Uang Pemberian Rismon Sianipar di Acara TV
Topi Merah Terima Somasi Kedua dari Ahli Forensik Rismon soal Klaim Kejanggalan Ijazah Jokowi