Internet 500 Mbps Pulihkan Sekolah Terdampak Banjir, Duta Digital Dicanangkan

- Minggu, 14 Desember 2025 | 13:54 WIB
Internet 500 Mbps Pulihkan Sekolah Terdampak Banjir, Duta Digital Dicanangkan

Enam sekolah di Sumatra Utara yang porak-poranda diterjang banjir kini mendapat angin segar. Bantuan internet gratis berkecepatan 500 mbps akan mengalir ke sana selama setahun penuh, sebuah inisiatif dari Kementerian Komunikasi dan Digital.

Menteri Meutya Hafid tak menyembunyikan harapannya. Fasilitas ini, katanya, harus bisa memulihkan kegiatan belajar-mengajar yang sempat terhambat. "Semoga dukungan kemanusiaan dari sisi konektivitas ini dapat menunjang pengajaran digital sejalan dengan program Bapak Presiden," ujar Meutya.

Ia menyampaikan hal itu dalam acara Roketin Generasi Tunas Digital di SMA Dharmawangsa Medan, Sabtu lalu.

Kerja sama dengan MyRepublic memungkinkan pemberian layanan ini. Tapi bantuan teknis saja tak cukup. Acara itu juga dimanfaatkan untuk mengukuhkan Duta Roketin Generasi Tunas Digital. Intinya, membangun budaya digital yang beretika langsung dari lingkungan sekolah.

Nah, para duta yang berasal dari kalangan siswa ini punya tugas spesifik. Mereka akan menyosialisasikan PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Sistem Elektronik untuk Perlindungan Anak, atau yang dikenal sebagai PP TUNAS. Tak cuma regulasi, mereka juga diharapkan menjadi teman bicara seputar cara aman beraktivitas di ruang digital.

"Anak-anak juga diminta untuk mensosialisasikan kepada teman-temannya tentang pentingnya penundaan usia untuk masuk media sosial sesuai dengan tumbuh kembang anak," tutur Meutya menambahkan.

Menurutnya, perlindungan anak di dunia digital tak bisa cuma mengandalkan aturan. Perlu aksi nyata di sekeliling mereka. Peran orang tua dan guru sebagai teladan, misalnya, jadi kunci utama.

"Kalau anak-anaknya tidak boleh bersosial media, guru-gurunya juga jangan di depan anak-anaknya main sosmed. Jadi guru kita harapkan bisa memberikan contoh yang baik," tegas Meutya.

Ia begitu menekankan soal bahaya adiksi media sosial. Risikonya jelas, bisa mengganggu perkembangan dan kesehatan mental anak-anak.

Di sisi lain, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menyambut baik bantuan internet ini. Ia melihatnya sebagai langkah konkret untuk mempersempit kesenjangan digital antar sekolah di provinsinya.

Tak cuma itu, Surya berharap langkah ini memicu inovasi dalam metode pembelajaran. "Kami berkomitmen memastikan bahwa seluruh peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk menikmati pendidikan digital," katanya.

Jadi, ada dua hal yang berjalan beriringan: pemulihan infrastruktur pascabencana dan upaya membangun literasi digital dari akar rumput. Semuanya untuk masa depan anak-anak di Sumatra Utara.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar