Menurut sejumlah pengamat, perbedaan sikap ini menimbulkan pertanyaan besar. Masyarakat pun ramai memperbincangkannya. Nuansa diskusi yang muncul terasa panas dan penuh emosi.
Pada akhirnya, dalam gelombang perdebatan ini, yang kerap merasa tersudut adalah umat Islam sendiri. Citra mereka seolah tercoreng oleh narasi-narasi yang berkembang. Padahal, di lapangan, yang berduka adalah keluarga dari semua korban, tanpa memandang latar belakang.
Keadaan ini menyisakan kepahitan. Dan sebuah pelajaran tentang bagaimana kesedihan yang seharusnya mempersatukan, justru bisa dibingkai secara berbeda.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral