Menurut sejumlah pengamat, perbedaan sikap ini menimbulkan pertanyaan besar. Masyarakat pun ramai memperbincangkannya. Nuansa diskusi yang muncul terasa panas dan penuh emosi.
Pada akhirnya, dalam gelombang perdebatan ini, yang kerap merasa tersudut adalah umat Islam sendiri. Citra mereka seolah tercoreng oleh narasi-narasi yang berkembang. Padahal, di lapangan, yang berduka adalah keluarga dari semua korban, tanpa memandang latar belakang.
Keadaan ini menyisakan kepahitan. Dan sebuah pelajaran tentang bagaimana kesedihan yang seharusnya mempersatukan, justru bisa dibingkai secara berbeda.
Artikel Terkait
Anjing Liar dan Lalai Pemilik: Dua Insiden Serangan Ganas Guncang Jawa Barat
Kepala Polresta Sleman Dicopot Usai Kasus Pembelaan Diri Berujung Maut
Cinta Tak Kenal Usia: Kisah Sopir Truk dan Majikannya yang Akhirnya Sah di KUA
Opini Tanpa Data: Ancaman Nyata bagi Demokrasi di Era Medsos