Bantuan Tenda Terkatung, Listrik Aceh Ditargetkan Pulih Pekan Depan

- Minggu, 14 Desember 2025 | 01:00 WIB
Bantuan Tenda Terkatung, Listrik Aceh Ditargetkan Pulih Pekan Depan

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra masih menyisakan pekerjaan rumah yang besar. Di Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan, bantuan mulai berdatangan. Kementerian ESDM, misalnya, mengirimkan ratusan tenda untuk warga yang terdampak. Hingga Sabtu lalu, seratus di antaranya sudah sampai dan diserahkan ke pemda setempat untuk segera dibagikan.

Namun begitu, prosesnya tak selalu mulus. Sebanyak 156 tenda lainnya masih terkatung-katung dalam perjalanan dari Bandara Minangkabau menuju Batang Toru. Antrean kargo udara dan medan distribusi yang sulit disebut-sebut jadi penyebabnya.

Ketua Tim ESDM Siaga Bencana, Rudy Sufahriadi, membeberkan rincian bantuan yang dikirim ke Sumatra Utara.

"Untuk di Sumatra Utara, Kementerian ESDM mengirimkan bantuan berupa Genset sebanyak 10 unit, matras angin 77 buah, starlink 5 unit, jet cleaner 10 unit, gergaji mesin 9 unit, lampu emergency sebanyak 3 box, dan tenda sebanyak 256 set,"

Langkah serupa juga diambil di Aceh. Atas perintah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, timnya sudah membangun dan mengoperasikan dapur umum di Kabupaten Bireuen sejak awal Desember.

Perjuangan Nyalakan Kembali Lampu-lampu

Di sisi lain, pemulihan pasokan listrik jadi tantangan tersendiri. Di Aceh, progres perbaikan jaringan transmisi Brandan–Langsa dikabarkan sudah mencapai 85 persen. Targetnya, bisa tersambung kembali dengan sistem kelistrikan Sumatra Utara pada 17 Desember nanti.

"Pemulihan listrik di Aceh ini menjadi perhatian utama Kementerian ESDM. Berbagai upaya dilakukan untuk mengembalikan pasokan listrik sebagaimana mestinya. Penyambungan transmisi dengan sistem Sumut sedang dilakukan, ditambah dengan pemasangan PLTD untuk mendukung pasokan listrik,"

Upaya itu termasuk memasang Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan total kapasitas 50 MW untuk memperkuat sistem di Banda Aceh. Sabtu kemarin, tambahan mesin 5 MW di PLTD Leung Bata sudah berhasil dihubungkan ke jaringan. Satu unit lagi dengan kapasitas sama dijadwalkan menyusul hari ini.

Masih ada target-target lain. PLTD Krueng Raya (15 MW) ditargetkan beroperasi tanggal 23 Desember. Sementara PLTD Ulee Kareng yang kapasitasnya 25 MW masih terkendala pembebasan lahan dan pengiriman mesin. Proyek ini baru ditargetkan selesai pada Januari 2026.

Selain listrik, pasokan BBM dan LPG tetap dijaga. Distribusi dilakukan lewat segala cara: darat, laut, bahkan udara. Di Aceh, stok bensin diklaim aman untuk 30 jam ke depan, solar untuk 33 jam. Sebagian besar SPBU dan agen LPG sudah beroperasi kembali, meski beberapa titik di daerah banjir parah masih gelap.

"Meskipun ada kendala aspek safety untuk pengangkutan LPG via pesawat, kami tidak menyerah. Suplai LPG untuk wilayah utara Aceh kini kami topang menggunakan kapal dari Terminal LPG Arun serta pengiriman tabung lewat jalur darat pantai barat,"

Kondisi di Sumatra Barat terlihat lebih baik. Kementerian ESDM mengirimkan genset ke Masjid Suhada di Agam. Rudy menambahkan, PLN terus bekerja memulihkan jaringan, bahkan memasang tiang hingga malam hari. Yang menggembirakan, seluruh SPBU, agen LPG, dan SPBE di Sumbar dilaporkan sudah berfungsi normal.

Pemulihan memang belum usai, tapi setidaknya ada titik terang yang mulai tampak.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler