“Dan ada rasa kekesalan dengan warga yang membiarkan saat rekannya dikeroyok,” tambah Budi.
Hingga kini, situasinya masih belum benar-benar reda. Polda Metro Jaya terus mendalami kasus pembakaran ini untuk mengungkap dan menangkap pelakunya. Sayangnya, belum ada satu pun yang berhasil diamankan.
“Masih kita dalami, saat ini warga sekitar lokasi masih trauma dengan kejadian tersebut,” jelas Budi.
Lalu, bagaimana nasib para pedagang yang lapaknya musnah? Soal bantuan atau ganti rugi, tampaknya masih perlu waktu. Budi menyebut hal itu masih dibicarakan lebih lanjut.
“Masih dalam pembahasan untuk mencari langkah konkret terhadap warga yang menjadi korban dalam insiden Kalibata,” tandasnya.
Sementara itu, enam anggota Yanma Polri yang terlibat pengeroyokan sudah resmi berstatus tersangka. Mereka tak hanya berhadapan dengan proses hukum pidana, tapi juga akan menjalani sidang etik internal. Sebuah akhir yang pahit dari sebuah malam yang berawal dari kekerasan.
Artikel Terkait
Tere Liye Bongkar Tipu-Tipu Bekerja Keras untuk Keluarga, Ternyata yang Nikmati Hasilnya Cuma Mereka yang di Atas
Aktivis Muhammadiyah Serukan Prabowo Ganti Kapolri, Sebut Pernyataan Sampai Titik Darah Penghabisan Provokatif
Gelombang Klinik Halal: Saat Kecantikan Bertemu Keyakinan di Indonesia
Anggota Polisi Syariah di Aceh Merasakan Cambuk Pertama Kalinya