Roy Suryo Desak UGM: Jaga Sejarah Kampus, Jangan Dikorbankan untuk Siapapun!

- Sabtu, 13 Desember 2025 | 12:40 WIB
Roy Suryo Desak UGM: Jaga Sejarah Kampus, Jangan Dikorbankan untuk Siapapun!

Roy Suryo Beri Peringatan untuk UGM: Sejarah Jangan Diutak-atik Demi Seseorang!

Peringatan keras itu dilontarkan Roy Suryo di layar televisi nasional. Dalam acara RAKYAT BERSUARA di iNewsTV, Selasa lalu, pakar telematika sekaligus alumni Universitas Gadjah Mada ini menyampaikan kegelisahannya. Bagi Roy, ada sesuatu yang mendesak untuk dikatakan, terutama menyambut hari jadi almamaternya.

“Tinggal sepuluh hari lagi, UGM akan merayakan Dies Natalis ke-76,” ujarnya. Suaranya terdengar khidmat.

“Ini universitas yang saya cintai, Bang Rismon cintai, Dokter Tifa cintai, dan tentu seluruh rakyat Indonesia. Ingat, UGM adalah universitas negeri pertama yang dibangun di republik ini. Dia adalah kampus kerakyatan. Karena itu, saya cuma minta satu hal: jujurlah, UGM.”

Roy kemudian menyinggung sebuah kasus yang sempat ramai. Menurutnya, langkah konkret yang bisa diambil adalah dengan mengaktifkan kembali LISA.

“Setidaknya, hidupkan lagi LISA, AI yang sekarang tidak bisa dipakai setelah menyatakan suatu fakta tentang alumni. LISA itu jujur,” tegas Roy Suryo.

Pernyataannya jelas merujuk pada kontroversi seputar status alumni presiden sebelumnya. Meski tak menyebut nama secara gamblang, pesannya terasa tajam. Dia seolah mengingatkan agar integritas sejarah kampus tidak dikorbankan untuk kepentingan siapa pun, termasuk untuk figur sebesar Jokowi sekalipun.

Di sisi lain, imbauan ini datang di momen yang cukup krusial. Menjelang hari jadi, biasanya sebuah institusi akan merayakan pencapaian dan mengenang jejak historisnya. Roy Suryo tampaknya ingin memastikan bahwa kenangan itu tetap bersih, tidak dikaburkan oleh narasi yang diatur.

Semua ungkapannya terekam dalam video lengkap yang bisa disimak. Silakan lihat rekaman pernyataannya di bawah ini.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar