Presiden AS Donald Trump kembali angkat bicara soal Iran. Kali ini, lewat unggahan di Truth Social pada Sabtu (10/1), dia menyatakan Amerika "siap membantu" para demonstran yang berhadapan dengan penindakan aparat. Trump menulis, "Iran sedang mencari kemerdekaan, yang mungkin belum pernah ada sebelumnya. AS siap membantu!"
Namun begitu, dia sama sekali tidak merinci. Bentuk bantuan seperti apa yang dimaksud? Itu masih jadi tanda tanya besar.
Unggahan itu muncul tak lama setelah peringatan kerasnya sehari sebelumnya. Jumat (9/10), Trump sudah bilang Iran berada dalam "masalah besar". Dia bahkan menyiratkan, serangan militer masih jadi opsi yang bisa dia perintahkan kapan saja. Jadi, komentar terbarunya di media sosial itu seperti menambah lapisan ketegangan baru.
Di sisi lain, situasi di dalam negeri Iran sendiri memang kian memanas. Laporan-laporan tentang represi aparat keamanan terhadap pengunjuk rasa terus berdatangan. Gelombang protes anti-pemerintah ini disebut-sebut sebagai yang terbesar dalam hampir dua pekan terakhir.
Menanggapi semua ini, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei bersikap keras. Di hari yang sama, dia menegaskan dengan pasti bahwa Republik Islam "tidak akan mundur". Posisinya jelas: pemerintah tak akan goyah menghadapi gelombang unjuk rasa yang terus bergulir.
Jadi, kita punya dua narasi yang saling bertolak belakang. Dari luar, Trump menjanjikan bantuan meski samar. Dari dalam, Khamenei bersikukuh tak akan berkompromi. Ketegangan antara Washington dan Teheran, ditambah situasi domestik Iran yang pelik, membuat momen ini benar-benar krusial. Apa yang terjadi selanjutnya? Semua mata tertuju ke sana.
Artikel Terkait
Pakaian Penumpang Terlilit Rantai, Sepeda Motor di Bojonegoro Terguling
DPR RI Tegaskan Komitmen Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan Kuba
Jokowi Tanggapi Pernyataan JK dengan Sederhana: Saya Hanya Orang Kampung
Bupati Bone Bawa Pulang Komitmen Dana Ratusan Miliar dari Kunjungan Kerja ke Jakarta