Bibit Siklon 91S di Samudera Hindia: BMKG Minta Waspada, Tapi Tak Perlu Panik

- Kamis, 11 Desember 2025 | 11:42 WIB
Bibit Siklon 91S di Samudera Hindia: BMKG Minta Waspada, Tapi Tak Perlu Panik

Perhatian publik belakangan ini tertuju pada Samudera Hindia barat daya Lampung. Di sana, sebuah Bibit Siklon bernama 91S telah terbentuk. BMKG pun mengimbau masyarakat untuk waspada, tapi sekaligus mengingatkan agar tidak panik.

Kekhawatiran itu wajar. Banyak yang masih ingat bagaimana Siklon Tropis Senyar pada akhir November lalu memicu cuaca ekstrem di Sumatera. Orang-orang bertanya-tanya, apakah bibit yang baru ini akan 'matang' dan mengulangi kejadian serupa?

Namun begitu, BMKG menegaskan bahwa peluang 91S berkembang menjadi siklon tropis dan masuk ke daratan tergolong rendah.

"BMKG memprakirakan 91S akan bergerak ke selatan–barat daya mulai 11 Desember dan menjauhi Indonesia pada 12 Desember," jelas pernyataan tertulis mereka, Kamis (11/12).

Jadi, menurut prakiraan, sistem ini justru akan menjauh.

Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Mengintai

Meski diprediksi menjauh, dampaknya tetap harus diantisipasi. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, meminta masyarakat tetap tenang tapi waspada. Situasinya dinamis. Dinamika atmosfer yang aktif saat ini, ditambah dengan keberadaan 91S, berpotensi memicu peningkatan curah hujan.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di beberapa wilayah. Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung perlu bersiap.

"Masyarakat juga harus waspada adanya potensi peningkatan tinggi gelombang di Samudera Hindia mulai dari sebelah barat Nias hingga selatan Banten, serta di perairan Selat Sunda bagian selatan," ujar Faisal.

Peringatan serupa disampaikan Andri Ramdhani, Direktur Meteorologi Publik BMKG. Dia secara khusus mengingatkan warga yang tinggal di pesisir barat hingga selatan Sumatera, dan juga Banten. Ancaman hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi di laut harus diwaspadai betul.

Di sisi lain, pemerintah daerah diminta segera memeriksa kesiapsiagaan. BPBD harus sigap menghadapi kemungkinan banjir atau gangguan cuaca ekstrem lainnya. Kolaborasi antar sektor menjadi kunci. Sistem peringatan dini hanya akan efektif jika diikuti dengan tindakan dini yang tepat dan terkoordinasi.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar