Di sisi lain, upaya mediasi terus berjalan. Anwar Ibrahim disebut telah berbicara dengan kedua pihak pada Selasa. Memang belum ada titik terang yang pasti, tapi Anwar menghargai kemauan Thailand dan Kamboja untuk tetap bernegosiasi. Setidaknya, itu secercah harapan.
Di lapangan, situasinya tetap suram. Tuding-menuding jadi hal biasa. Kedua negara saling menyalahkan atas awal pertempuran pekan ini. Yang lebih memilukan, masing-masing menuduh pihak lain sengaja menargetkan warga sipil dalam serangan artileri dan roket mereka.
Pernyataan Menteri Dalam Negeri Kamboja menggambarkan betapa parahnya dampaknya. Ia menyebut rumah, sekolah, hingga pagoda dan kuil kuno rusak berat. Penyebabnya? Penembakan intensif dari Thailand, plus serangan udara pesawat F-16 yang diklaim menembus jauh hingga 30 kilometer ke dalam wilayah Kamboja, menghantam desa dan pusat permukiman.
Korban jiwa di pihak sipil pun berjatuhan. Di Kamboja, 10 orang tewas termasuk seorang bayi dan 60 lainnya luka-luka. Thailand melaporkan 6 prajurit gugur dan 80 orang terluka. Ratusan ribu warga dari kedua sisi perbatasan terpaksa meninggalkan rumah mereka, mengungsi ketakutan. Sebuah tragedi kemanusiaan yang seolah tak berujung.
Artikel Terkait
Kapolri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Penyiraman Aktivis KontraS
Cak Imin Prihatin, Bupati Cilacap Tersangka KPK Diduga Targetkan Dana Rp750 Juta
Andrea Kimi Antonelli Raih Kemenangan Perdana F1 di Shanghai, Mercedes Dominasi Podium
Lebih dari 24 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air