MUI Desak Menag Batalkan Perayaan Natal Bersama, Sebut Langkah Itu Langgar Fatwa

- Kamis, 11 Desember 2025 | 01:25 WIB
MUI Desak Menag Batalkan Perayaan Natal Bersama, Sebut Langkah Itu Langgar Fatwa

Di sisi lain, Kiai Muhyiddin merasa ada hal yang lebih mendesak untuk diperhatikan Menag. Saat ini, katanya, seharusnya fokus utama adalah membantu korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar yang masih sangat menderita. Itu bentuk nyata kemanusiaan dan toleransi.

“Bahkan, Menag punya tanggung jawab moral untuk menuntut semua pihak yang merusak alam,” tandasnya. “Deforestasi, illegal mining itu kejahatan luar biasa terhadap kemanusiaan dan harus diproses hukum.”

Persoalan lain juga mencuat dari internal umat Islam. Menag yang juga menjabat Imam Besar Masjid Istiqlal disebut mengizinkan kelompok tertentu, yang dianggap sesat, untuk berdakwah di masjid tersebut. Menurut Kiai Muhyiddin, kelompok itu kerap mengadakan ritual sinkretisme dengan atribut agama lain di dalam masjid.

“Mereka dipelihara dan difasilitasi, atas nama merawat kebersamaan. Jika dibiarkan tanpa koreksi, kemurkaan Allah bisa menimpa bangsa kita,” pungkasnya.

Rencana perayaan Natal bersama di Kemenag sendiri bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan acara ini sebagai wujud nyata merawat kerukunan. Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri jalan sehat lintas agama di kantornya, akhir November lalu. Ini akan menjadi perayaan Natal bersama pertama yang digelar oleh kementerian tersebut.

Disusun dari berbagai laporan.


Halaman:

Komentar