Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bakal segera masuk dalam daftar organisasi teroris Uni Eropa. Keputusan ini diambil menyusul penindasan brutal terhadap gelombang demonstrasi massal di Iran. Kabarnya, para menteri luar negeri blok itu akan segera meresmikan langkah tersebut.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, yang mengumumkan rencana ini. Dia berbicara kepada para wartawan di Brussels, Belgia, tepat sebelum pertemuan para menteri digelar.
"Kalau Anda bertindak seperti teroris, ya sudah, perlakukan saja sebagai teroris," ujar Kallas, tegas.
Pernyataannya itu sekaligus menempatkan IRGC sejajar dengan kelompok-kelompok seperti al-Qaeda dan ISIS. Meski begitu, Kallas menyiratkan bahwa langkah ini tak serta-merta memutus semua hubungan.
Artikel Terkait
Saksi Ungkap Tekanan untuk Serahkan Rp 2 Miliar dalam Kasus Korupsi Izin TKA
Korlantas Resmikan Fasilitas Baru di Tol Cipularang, Restorative Justice Jadi Fokus
Dukungan Agum Gumelar Perkuat Sikap Polri: Tetap Langsung di Bawah Presiden
Porsche Cayenne Hitam Pakai Plat Dinas Kemhan Ternyata Aspal