Kataib Hizbullah Desak Segera Penarikan Seluruh Pasukan Asing dari Irak

- Rabu, 18 Maret 2026 | 01:50 WIB
Kataib Hizbullah Desak Segera Penarikan Seluruh Pasukan Asing dari Irak

Kelompok bersenjata Kataib Hizbollah kembali mengeluarkan pernyataan keras. Kali ini, mereka menuntut semua tentara asing untuk segera angkat kaki dari Irak. Kelompok milisi yang didukung Iran ini punya pengaruh yang tak bisa dipandang sebelah mata di negara tersebut.

Peringatan itu disampaikan langsung oleh kepala keamanan mereka yang baru, Abou Moujahed al-Assaf. Menurutnya, akar masalah ketidakstabilan di Irak saat ini jelas sekali.

"Ketidakstabilan Irak disebabkan oleh kehadiran Amerika yang jahat, dan keamanan tidak akan tercapai sampai tentara asing terakhir meninggalkan wilayah Irak,"

Begitu bunyi pernyataannya yang dilansir AFP, Rabu (18/3/2026).

Sebenarnya, ini bukan kali pertama mereka bersuara lantang. Washington sendiri sudah mencap mereka sebagai "organisasi teroris". Mereka bagian dari gerakan payung bernama Perlawanan Islam di Irak, yang sejak dulu konsisten menyerukan penarikan pasukan AS.

Beberapa waktu lalu, tepatnya akhir Februari, nada mereka juga tak kalah panas. Kataib Hizbullah sempat memerintahkan para petempurnya bersiap untuk skenario perang panjang. Itu semua mereka lakukan sebagai antisipasi jika Amerika benar-benar nekat menyerang Iran.

Kala itu, mereka juga memperingatkan AS bakal menanggung "kerugian besar" jika perang di kawasan itu pecah.

Seorang komandan kelompok itu bahkan lebih gamblag lagi bicara pada AFP. Katanya, kemungkinan besar mereka akan ikut campur tangan jika Iran diserang. Ancaman itu menggantung, terasa sekali di udara yang sudah panas oleh ketegangan.

Jadi, peringatan terbaru ini seperti babak lanjutan dari ketegangan yang belum juga mereda. Mereka tak hanya bersiap, tapi juga terus mendesak, menunggu tentara asing itu pergi untuk selamanya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler