"Perkiraannya, saluran diplomatik akan tetap terbuka. Bahkan setelah Garda Revolusi masuk daftar hitam," tambahnya.
Langkah dari Uni Eropa ini jelas bersifat simbolis. Tapi pesannya kuat: sebuah kecaman keras untuk Tehran. Aksi protes yang mengguncang Iran itu konan telah menelan ribuan korban jiwa. Sungguh situasi yang memilukan.
Tak cuma itu, blok yang beranggotakan 27 negara ini juga bersiap menyetujui sanksi lebih lanjut. Mereka akan menerapkan larangan visa dan membekukan aset terhadap 21 entitas dan pejabat Iran. Kabarnya, Menteri Dalam Negeri Iran termasuk di dalam daftar itu, sebagai bentuk hukuman atas penindasan terhadap para demonstran.
Di sisi lain, otoritas Iran sendiri sebenarnya sudah mengakui ribuan kematian selama protes berkecamuk. Angkanya bahkan disebut mencapai lebih dari 3.000 orang. Hanya saja, narasi mereka berbeda. Pemerintah Iran menyebut mayoritas korban adalah anggota pasukan keamanan atau warga sipil yang jadi korban tembakan dari apa yang mereka sebut "perusuh."
Artikel Terkait
Pemprov DKI Gencarkan Normalisasi Kali Cakung dan Ciliwung Antisipasi Banjir
Saksi Ungkap Perintah Hapus Chat dan Rekening Fiktif di Sidang Korupsi Kemnaker
China Peringatkan AS: Intervensi Militer ke Iran Bisa Picu Bencana di Timur Tengah
Banjir Bekasi Meluas, 49 Desa Terendam dan Ribuan Warga Mengungsi