Beredar kabar bahwa layanan internet Starlink di lokasi bencana Aceh ternyata berbayar. Tapi jangan salah, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dengan tegas membantahnya. Menurutnya, layanan itu diberikan cuma-cuma untuk para korban.
"Enggak, Starlink-nya itu kan gratis," ujar Nezar saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu lalu.
Ia menjelaskan, kebijakan menggratiskan layanan selama satu bulan ini datang langsung dari perusahaan. Ini bukan hal baru. Sejak dulu, Starlink punya pola serupa untuk membantu daerah-daerah yang terdampak bencana, bukan cuma di Indonesia, tapi hampir di seluruh dunia.
"Jadi bukan cuma di Aceh saja atau di Sumatera saja. Di hampir seluruh tempat di dunia, mereka selalu memberikan bantuan seperti itu. Digratiskan selama satu bulan," tambahnya.
Soal titik pemasangannya, sejumlah perangkat sudah beroperasi di beberapa kabupaten. Nezar menyebutkan sejumlah nama: Pidie, Pidie Jaya, lalu Bireuen. Juga di Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Takengon. Daftar lengkapnya, katanya, bisa dicek di situs resmi Kementerian.
Bagaimana koneksinya? Ternyata cukup baik, meski tak sempurna. Nezar sendiri sempat mencobanya langsung lewat panggilan Zoom dengan petugas di lapangan.
Artikel Terkait
TAUD Desak Polisi Ungkap Dalang Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
25 Kilogram Kokain Diamankan di Pesisir Selayar, Diduga Bagian Jaringan Internasional
TASPEN Gelar Mudik Gratis untuk 1.400 Pemudik dengan Asuransi Rp20 Juta
Pemkot Makassar Izinkan Takbiran di Lingkungan, Larang Konvoi dan Petasan