Jembatan Kewek Ditutup Total, Kekuatan Struktur Tersisa 20 Persen

- Rabu, 10 Desember 2025 | 12:18 WIB
Jembatan Kewek Ditutup Total, Kekuatan Struktur Tersisa 20 Persen

Rabu (10/12) kemarin, suasana di sekitar Jembatan Kewek berubah total. Akses menuju Malioboro yang biasanya ramai itu tiba-tiba sepi dari kendaraan roda empat. Pemkot Yogyakarta terpaksa menutupnya. Alasannya cukup mengkhawatirkan: kekuatan konstruksi jembatan tua peninggalan Belanda itu dikabarkan cuma tersisa 10-20 persen.

Jembatan yang melintasi Kali Code dan jadi salah satu landmark ikonik Yogya ini usianya sudah nyaris seabad. Risiko untuk dibiarkan tetap dipakai dinilai terlalu besar.

Dari pantauan di lokasi, pagar pembatas dan water barrier sudah terpasang rapat. Petugas dari Dishub DIY, Dishub Kota, hingga polisi berjaga. Hanya sepeda motor warga Ledok Tukangan yang masih diizinkan lewat, itu pun karena gang masuk kampung mereka persis di samping jembatan. Untuk yang lain? Harus cari jalan memutar.

Ardi, salah seorang petugas yang ditemui, memaparkan perubahan rute yang kini berlaku. Kendaraan dari arah utara atau Jalan Margo Utomo tak lagi bisa belok kanan langsung menuju Malioboro.

"Mereka harus memutar lewat Stadion Kridosono dan menyebrang lewat Jembatan Kleringan yang letaknya di utara Jembatan Kewek," jelasnya.

Ia berharap masyarakat dari utara nantinya tidak lagi lewat Margo Utomo. Alternatifnya, gunakan Jalan Sudirman.

"Lambat laun, kalau sosialisasinya sudah baik, masyarakat pasti akan menyesuaikan. Rute yang awalnya lewat Margo Utomo akan beralih ke Simpang Gramedia di Jalan Sudirman, lalu ke selatan," tambah Ardi.

Antisipasi Kemacetan di Simpang Gramedia

Penutupan ini, mau tak mau, akan berimbas ke titik lain. Ardi memprediksi peningkatan signifikan arus kendaraan di Simpang Gramedia.

"Di Simpang Gramedia nanti arus yang masuk ke Kridosono akan membesar sekali," katanya.

"Makanya, selain fokus di titik penutupan, kami bersama Dishub Kota Yogya sudah siapkan rekayasa lalu lintas untuk simpang itu," bebernya.

Efek Berantai ke Ruas Jalan Sekitar

Dampaknya ternyata merambat. Untuk mengurai kepadatan, beberapa penyesuaian akan diterapkan.

Di Simpang Gramedia nanti, kendaraan dari Jalan Cik Di Tiro akan diizinkan belok ke timur. "Terutama kalau ruas menuju Kridosono sudah mulai padat," jelas Ardi.

Begitu pula di Simpang Galeria. Jika arus dari timur sudah tinggi, kendaraan akan diarahkan untuk belok kanan ke selatan menuju flyover Lempuyangan.

Harapannya, rekayasa ini bisa memecah konsentrasi kendaraan dan mengurangi kepadatan di sekitar Kleringan. "Yang paling terasa dampaknya sih Jalan Margo Utomo," ujar Ardi.

"Jalan itu kan kontributor utama arus ke Malioboro. Nanti kita akan kuatkan pengaturan di Simpang Tugu. Pola pergerakan berubah, penyesuaian rambu dan portal juga akan kita lakukan," terangnya.

Permintaan Maaf Resmi dari Dishub

Kepala Dishub Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, tak menampik bahwa penutupan ini bakal menimbulkan ketidaknyamanan. Ia pun menyampaikan permohonan maaf.

"Khususnya untuk pengguna jalan di kawasan Malioboro. Situasi ini pasti menambah kurang nyaman untuk lalu lintas," kata Agus.

"Tapi ini langkah yang harus kita ambil. Keselamatan masyarakat di sekitar Jembatan Kewek adalah yang utama," tegasnya.

Lalu, kapan jembatan bersejarah ini akan diperbaiki? Agus mengatakan wewenangnya ada di Dinas PU. Tapi harapannya, cepat.

"Saya belum dapat bocoran pastinya kapan. Tapi insyaallah sekitar 2026. Semoga di awal tahun pengadaan barangnya bisa dimulai, sehingga pembangunan bisa segera dilaksanakan. Mudah-mudahan lancar, dan Jembatan Kewek bisa kembali berfungsi normal untuk masyarakat," pungkasnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar