Di Hotel Pullman, Jakarta, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian punya pesan tegas. Ia mendorong Dukcapil untuk memastikan setiap warga negara Indonesia punya identitas digital, alias KTP elektronik. Permintaan ini disampaikannya saat membuka Digital Identity Forum 2025, Selasa lalu.
"Data Dukcapil ini sangat penting," ujar Tito.
Menurutnya, data itu adalah yang paling lengkap, mencakup hampir semua residen di Indonesia, baik WNI maupun warga asing. "Hampir 97-98 persen sudah ada di dalam server Dukcapil," tambahnya.
Namun begitu, sisa dua sampai tiga persen itu tak boleh diabaikan. Tito meminta perekaman segera dilakukan. Persoalannya tidak hanya di dalam negeri. Ternyata, diaspora Indonesia di luar negeri juga masih banyak yang belum memiliki e-KTP. Mereka seringkali tak punya kesempatan untuk mendaftar.
"Kita harus kejar lagi," tegasnya, terutama untuk masyarakat di daerah terpencil dan warga di luar negeri.
Di sisi lain, Tito juga menyoroti infrastruktur. Ia meminta Dukcapil memperkuat infrastruktur digitalnya, baik dari sisi kapasitas penyimpanan data maupun keamanannya. Bandwidth harus ditingkatkan agar lalu lintas data lancar. Tanpa dukungan teknis yang mumpuni, sistem bisa tersendat.
Artikel Terkait
Komisi III Gelar Rapat Kerja dengan KPK, Evaluasi Kinerja 2025 Jadi Sorotan
Granat Menghantam, Kendaraan Baja Selamatkan Wali Kota dari Maut
Melawan Ombak Danau Sentani Demi Kirimkan Makanan Bergizi ke Pulau-pulau Terpencil
Potongan Video Prabowo Soal Israel Beredar, Padahal Pernyataan Lengkapnya Tegaskan Dukungan untuk Palestina