Alasannya sederhana namun punya bobot. Bagi Hasto, membenahi partai politik dari dalam, membuatnya kuat dan solid, itu sudah merupakan bentuk pengabdian yang nyata bagi bangsa. Ia melihat partai yang sehat justru bisa jadi benteng pertama pencegahan korupsi.
"Saya tidak mau menjadi pejabat negara karena apa? Membangun institusi partai politik itu juga bagian dari dedikasi bagi bangsa dan negara. Itu pilihan saya," pungkasnya menegaskan.
Jadi, di tengai gencarnya politikus berebut kursi, pernyataan Hasto ini seperti angin segar. Atau setidaknya, sebuah penegasan tentang jalan pengabdian yang ia pilih: bukan di istana, tapi di kantor partai.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral