Informasi yang ia terima menyebut Reyhan terjebak di lantai 5. "Gimana Reyhan meregang nyawanya. Kena asap di lantai 5," ucap Mimi dengan pilu.
Sampai saat ini, kepastian masih mengambang. Mimi belum bisa memastikan apakah jasad Reyhan termasuk di antara 22 jenazah yang sedang diidentifikasi di RS Polri. Ia belum berani melihat. "Saya belum melihat apakah Reyhan ada di dalam itu. Tapi kalau di daftar ada nama Reyhan," jelasnya. Pihak rumah sakit sudah meminta ciri-ciri dan mengambil sampel DNA. Tapi hasilnya? Mimi masih menunggu, dihantui ketidakpastian.
Ponsel Reyhan sudah tak bisa dihubungi. "Sudah, tapi "check list" 1, hp nya sudah enggak aktif," ungkapnya. Komunikasi terakhir mereka hanya lewat pesan singkat di pagi hari, percakapan remeh-temeh tentang sebuah paket. "Saya bilang 'nak ini ada paket', dia bilang 'itu dari Samsung mah', cuma itu aja." Itulah akhir dari segala percakapan mereka.
Di sisi lain, keterangan resmi datang dari Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara. Di lokasi kejadian, ia memastikan seluruh korban tewas adalah karyawan Terra Drone.
Menurut penjelasannya, penyebab kematian bukanlah api. "Iya [meninggal karena kehabisan oksigen]. Mungkin karena sifat asap dari bawah ke atas," katanya. Kebakaran yang bermula di lantai satu memang berhasil dipadamkan, tapi asap pekatnya sudah terlanjur naik ke lantai atas.
Fakta itu yang mungkin menjelaskan mengapa banyak korban justru ditemukan di lantai 3 dan 4, bukan di sumber api. Mereka terjebak, kehabisan napas, tanpa ada jalan keluar yang jelas.
Artikel Terkait
PPATK Catat Penurunan Signifikan Perputaran Dana Judi Online pada 2025
Persada 212 Desak Indonesia Keluar dari Board of Peace Trump, Sebut Wadah Pengkhianatan bagi Palestina
Dugaan Suap Rp50 Miliar ke Kejaksaan Agung Hambat Pengusutan Tambang Ilegal Kalbar
Mahkota Longsor di Burangrang Picu Rantai Bencana, Operasi SAR Terus Digenjot