Suasana di Timur Tengah kembali tegang. Kali ini, pemicunya adalah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran, yang terjadi Sabtu pagi waktu setempat. Gelombang kecemasan pun langsung menyebar ke berbagai penjuru kawasan.
Di Qatar, KBRI Doha bergerak cepat. Melalui akun Instagram-nya, mereka mengimbau warga Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan. Intinya sederhana: sebisa mungkin, tetaplah di rumah.
"Mohon tetap berada di dalam rumah atau tempat aman serta tidak beraktivitas di luar kecuali sangat penting," bunyi keterangan itu, yang dilihat Sabtu (28/2/2026).
"Selalu perhatikan Emergency Alert Message dari pemerintah Qatar," tambahnya.
Tak cuma itu, KBRI juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi antarwarga. Mereka mengingatkan untuk selalu menyimak pengumuman resmi, baik dari pemerintah Qatar maupun institusi tempat bekerja, mengingat situasi yang bisa berubah setiap saat.
Dan jika keadaan darurat terjadi? "Segera hubungi KBRI Doha," tulis mereka. Titik.
Serangan AS dan Israel sendiri disebut sebagai upaya untuk "menghilangkan ancaman" dari rezim Iran. Klaim ini langsung dibalas dengan kemarahan dari Teheran. Pemerintah Iran mengecam aksi itu sebagai pelanggaran kedaulatan yang tak bisa ditoleransi. Militer mereka, tanpa ragu, berjanji akan membalas.
Menurut sejumlah saksi, janji itu tak butuh waktu lama untuk direalisasikan. Tak lama setelah serangan pertama, gelombang serangan balasan diluncurkan Iran, menyasar sejumlah pangkalan militer AS di wilayah itu.
Akibatnya, rentetan ledakan pun mengguncang beberapa negara Teluk. Bahrain, UEA, Qatar, dan Kuwait semuanya melaporkan insiden serupa. Suasana mencekam langsung menyelimuti kawasan yang selama ini dianggap relatif stabil.
Di sisi lain, pernyataan terpisah dari PM Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump semakin mengeraskan suasana. Dalam pernyataan video mereka, keduanya tak cuma membenarkan serangan, tetapi juga mengisyaratkan dukungan untuk perubahan pemerintahan di Iran. Hal ini tentu saja menambah rumit peta politik yang sudah panas.
Sekarang, semua mata tertuju pada langkah berikutnya. Ketegangan yang meluas ini membuat warga, termasuk ribuan WNI di kawasan, harus bersiap untuk segala kemungkinan.
Artikel Terkait
Komisaris Meryana Hartono Mundur dari Indonesian Paradise Property
Polisi Sita Lebih dari 23 Ton Bawang dan Cabai Impor Ilegal di Pontianak
KPK Soroti Delapan Kelemahan Krusial dalam Program Makan Bergizi Gratis
Operasi Besar-besaran DKI Tangkap Lebih dari 1 Ton Ikan Sapu-Sapu