Di sisi lain, koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan aparat penegak hukum juga digencarkan. Tujuannya jelas: memulihkan kondisi dan memperketat keamanan agar insiden serupa tidak terulang. Bank-bank yang terdampak pun sudah diinstruksikan untuk mengencangkan prosedur pengamanan transaksi mereka. Sayangnya, Ramdan enggan merinci nama-nama bank yang menjadi korban dalam serangan elektronik ini.
Namun begitu, upaya perbaikan terus digulirkan. BI bersama pelaku industri pembayaran berkomitmen memperkuat sistem keuangan nasional. Langkah-langkah konkretnya beragam, mulai dari memperbaiki tata kelola teknologi informasi, meningkatkan keandalan infrastruktur, hingga memasang sistem pendeteksi penipuan yang lebih canggih.
Tak ketinggalan, asesmen keamanan rutin, mekanisme audit, dan tentu saja perlindungan konsumen menjadi fokus utama. Semua itu dilakukan demi satu hal: menjaga kepercayaan publik terhadap transformasi digital di sektor keuangan yang sudah berjalan saat ini.
Artikel Terkait
Anggota DPRD Pelalawan Ditetapkan Tersangka, Ijazah SD-SMP Diduga Palsu
Gibran Lesehan di Ruang Kelas yang Porak-Poranda, Dengarkan Jeritan Guru dan Siswa Korban Banjir
Iran Terpojok, Larijani Cari Solusi di Kremlin
Hoaks di Media Sosial: Jerat Hukum Keonaran dari Zaman Merdeka hingga Era Digital