Gus Yahya Tegaskan Posisi Sah, Siap Tempuh Jalur Hukum

- Selasa, 09 Desember 2025 | 19:25 WIB
Gus Yahya Tegaskan Posisi Sah, Siap Tempuh Jalur Hukum

MURIANETWORK.COM – Soal kabar pemakzulan dirinya, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya terlihat tenang. Meski beredar Surat Edaran yang menyatakan dia tak lagi menjabat sejak 26 November 2025, Gus Yahya punya keyakinan lain. Menurutnya, secara AD/ART, posisinya sebagai Ketum masih sah secara hukum. Dan untuk itu, dia siap berjuang.

"Ya kita siap," tegasnya ketika ditanya kesediaan menempuh jalur hukum. Suaranya lantang di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (9/12) lalu.

"Apa pun yang diperlukan kita siap. Itu kan untuk menegaskan posisi saya bersama teman-teman yang sekarang ini masih kompak di dalam PBNU ini ya, bahwa kita ini ingin menjaga tatanan organisasi. Itu saja, tatanan organisasi. Jabatan sih soal nantilah. Tapi tatanan organisasinya dulu itu yang dijaga supaya ndak rusak."

Namun begitu, dia tak menutup pintu dialog. Gus Yahya menyebut sudah berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk mengupayakan musyawarah. Masih ada jalan keluar, katanya, asalkan semua mengedepankan kepentingan organisasi.

Di balik semua keributan ini, Gus Yahya mengingatkan satu hal penting: NU milik Allah SWT. Karena itu, semua pihak harus berpegang pada hukum yang berlaku, baik secara agama maupun negara. "NU ini punyanya Allah SWT ini pasti," ucapnya singkat.

Sementara itu, di tempat lain, situasi terus bergulir. Syuriyah PBNU disebut-sebut akan menggelar rapat pleno di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, pada 9-10 Desember 2025. Agenda utamanya? Menentukan Penjabat Ketua Umum pengganti Gus Yahya.

Rapat itu sendiri bukan tanpa dasar. Ada surat resmi bernomor 4799/PB.02/A.I.01.01/99/12/2025 yang sudah beredar, ditandatangani oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Katib Syuriyah KH Ahmad Tajul Mafakhir (Gus Tajul) pada 2 Desember lalu. Dua poin akan dibahas: penyampaian hasil rapat harian Syuriyah, dan penetapan Pj Ketum.

Nah, sekarang tinggal menunggu. Apakah musyawarah akan menemui titik terang, atau justru berujung di meja hijau? Gus Yahya sudah siap dengan opsi terakhir. Tapi yang jelas, pertarungan ini belum berakhir.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar