Malam Senin (8/12) itu benar-benar mencekam. Seorang warga Jepang membagikan kesaksiannya tentang gempa dahsyat yang baru saja mengguncang. Tak tanggung-tanggung, bencana itu melukai puluhan orang dan meninggalkan jejak kerusakan di sejumlah wilayah.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat kekuatan gempa mencapai 7,5 magnitudo. Guncangan hebat itu bahkan memicu tsunami setinggi 70 cm. Dampaknya langsung terasa: layanan kereta cepat terpaksa dihentikan, dan sebuah kebakaran dilaporkan terjadi di area utara. Kerusakan dan korban luka pun berjatuhan.
Daiki Shimohata, seorang ASN di Aomori, masih terlihat syok saat menceritakan kejadian itu.
"Getarannya luar biasa, bukan seperti yang biasa kami alami. Rasanya seperti dunia mau runtuh, berlangsung sekitar 20 detik yang terasa sangat lama," ujarnya kepada AFP.
"Saya dan istri langsung memeluk anak-anak kami yang masih balita. Saat itu, ingatan kami langsung melayang ke bencana tahun 2011," sambung Shimohata, suaranya masih bergetar.
Artikel Terkait
Longsor di Pemalang Tewaskan Anak, Ayah Masih Dicari di Tengah Cuaca Ekstrem
Menteri Kesehatan Minta Rp 529 Miliar untuk Bangkitkan Faskes Aceh-Sumatera
Anggota DPR Tagih Janji Prabowonomics: Publik Masih Tunggu Bukti Nyata
Gus Alex Kembali Diperiksa KPK, Kasus Kuota Haji Mencuat