Jakarta - Suasana malam di kawasan Menteng, Kamis (12/3) lalu, berubah mencekam. Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, tiba-tiba menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal. Kejadiannya sekitar pukul 23.00 WIB. Akibatnya, ia menderita luka bakar yang cukup serius, mencapai 24 persen bagian tubuhnya. Aksi teror ini langsung memantik kecaman luas.
Polisi pun didesak untuk segera bertindak. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo disebut memberi atensi khusus pada kasus ini. Andrie sendiri langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Menurut Dimas Bagus Arya, Koordinator Badan Pekerja KontraS, insiden ini terjadi usai Andrie mengisi sebuah podcast. Lokasinya di Kantor YLBHI, membahas topik 'Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia'.
"Dari informasi yang kami kumpulkan, kami melihat ini sebagai upaya sistematis untuk membungkam suara kritis, khususnya dari para pembela HAM," jelas Dimas.
Ia kemudian merujuk pada sejumlah payung hukum, mulai dari UU HAM hingga peraturan Komnas HAM tentang perlindungan pembela HAM, sebagai dasar bahwa serangan seperti ini bukanlah hal sepele.
Yusril: Serangan Terhadap Demokrasi!
Artikel Terkait
18 Jamaah Umrah Indonesia Terkatung Usai Kebakaran Hotel di Makkah
Jusuf Kalla Desak Polisi Usut Tuntas Penyerangan Aktivis KontraS dengan Air Keras
Gelombang Mudik Lebaran 2026 Mulai Masuk Jawa Tengah via Tol Pemalang
King Kobra 4 Meter Dievakuasi Damkar dari Permukiman Warga di Bogor