Malam Senin (8/12) itu benar-benar mencekam. Seorang warga Jepang membagikan kesaksiannya tentang gempa dahsyat yang baru saja mengguncang. Tak tanggung-tanggung, bencana itu melukai puluhan orang dan meninggalkan jejak kerusakan di sejumlah wilayah.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat kekuatan gempa mencapai 7,5 magnitudo. Guncangan hebat itu bahkan memicu tsunami setinggi 70 cm. Dampaknya langsung terasa: layanan kereta cepat terpaksa dihentikan, dan sebuah kebakaran dilaporkan terjadi di area utara. Kerusakan dan korban luka pun berjatuhan.
Daiki Shimohata, seorang ASN di Aomori, masih terlihat syok saat menceritakan kejadian itu.
"Getarannya luar biasa, bukan seperti yang biasa kami alami. Rasanya seperti dunia mau runtuh, berlangsung sekitar 20 detik yang terasa sangat lama," ujarnya kepada AFP.
"Saya dan istri langsung memeluk anak-anak kami yang masih balita. Saat itu, ingatan kami langsung melayang ke bencana tahun 2011," sambung Shimohata, suaranya masih bergetar.
Artikel Terkait
Polri Gunakan Drone dan AI untuk Pantau dan Atur Arus Mudik Lebaran 2026
Komisaris Tinggi HAM PBB Kecam Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Bupati Bone Dorong Percepatan Program Perkebunan 2026, Fokus pada Hilirisasi Tebu
Macet Ekstrem Gilimanuk, Pemudik Diturunkan Paksa di Tengah Jalan