13 Desa Terisolasi, Korban Tewas Bencana Sumut Tembus Angka Mencemaskan

- Selasa, 09 Desember 2025 | 10:00 WIB
13 Desa Terisolasi, Korban Tewas Bencana Sumut Tembus Angka Mencemaskan

Kondisi di Sumatera Utara pascabencana masih sangat sulit. Murdianto, Sekretaris Inspektorat Provinsi Sumatera Utara, memberikan gambaran terbaru yang suram. Setidaknya, hingga Selasa kemarin, masih ada 13 desa yang benar-benar terputus dari dunia luar.

Angkanya cukup mencengangkan. Dari 18 kabupaten dan kota yang kena imbas, korban jiwa yang dikonfirmasi per 8 Desember mencapai 338 orang. Belum lagi 138 orang lainnya yang masih hilang, entah di mana keberadaannya.

"Masih banyak daerah yang belum bisa terjangkau, baik lewat darat maupun laut. Cuaca masih suka berubah-ubah," ujar Murdianto.

Ia menjelaskan, untuk sementara ini, bantuan logistik dan evakuasi hanya bisa mengandalkan jalur udara.

Pernyataan itu disampaikannya usai menerima bantuan tunai sebesar Rp 1 miliar dari Pemerintah Daerah DIY untuk Pemprov Sumut, di Kompleks Kepatihan, Selasa (9/12).

Di sisi lain, pengungsi yang mengungsi akibat banjir bandang dan longsor itu jumlahnya tidak main-main. Saat ini, tercatat ada sekitar 42.300 orang yang harus tinggal di tempat pengungsian, menunggu keadaan membaik.

Namun begitu, data korban jiwa secara keseluruhan ternyata jauh lebih besar. Sehari sebelumnya, Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii, menyebut angka yang membuat hati miris.

"Hingga pukul 08.00 pagi tadi, jumlah korban meninggal total ada 974 jiwa. Sementara yang masih dalam proses pencarian ada 298 orang," kata Syafii dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR, Senin (8/12).

Menurutnya, selisih data yang muncul cukup signifikan. Hal ini terjadi karena banyak jenazah yang ditemukan jauh dari domisili asli mereka.

"Cukup banyak korban yang sebenarnya warga dari kabupaten tertentu, tapi ditemukan sudah melintas wilayah. Jadi, di kabupaten yang menemukan, beberapa jenazah langsung diserahkan ke tim DVI," jelasnya.

Proses identifikasi yang berjalan, baik yang berhasil maupun yang belum, membuat data harus terus diperbarui setiap saat. Situasinya memang rumit, dan laporan bisa berubah seiring waktu.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler