Namun begitu, data korban jiwa secara keseluruhan ternyata jauh lebih besar. Sehari sebelumnya, Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii, menyebut angka yang membuat hati miris.
"Hingga pukul 08.00 pagi tadi, jumlah korban meninggal total ada 974 jiwa. Sementara yang masih dalam proses pencarian ada 298 orang," kata Syafii dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR, Senin (8/12).
Menurutnya, selisih data yang muncul cukup signifikan. Hal ini terjadi karena banyak jenazah yang ditemukan jauh dari domisili asli mereka.
"Cukup banyak korban yang sebenarnya warga dari kabupaten tertentu, tapi ditemukan sudah melintas wilayah. Jadi, di kabupaten yang menemukan, beberapa jenazah langsung diserahkan ke tim DVI," jelasnya.
Proses identifikasi yang berjalan, baik yang berhasil maupun yang belum, membuat data harus terus diperbarui setiap saat. Situasinya memang rumit, dan laporan bisa berubah seiring waktu.
Artikel Terkait
Opini Tanpa Data: Ancaman Nyata bagi Demokrasi di Era Medsos
Roy Suryo dan Dokter Tifa Gugat Pasal Pencemaran Nama Baik ke MK
Duka dan Amarah di Boyolali: Bocah Tewas, Ibu Kritis dalam Perampokan Biadab
Tragedi Lula Lahfah: Tabung Pink dan Misteri Kematian yang Tak Terautopsi