Di sisi lain, seorang pegawai hotel di Hachinohe, Aomori, mengkonfirmasi bahwa ada sejumlah orang yang terluka akibat bencana ini. Rinciannya masih belum jelas.
Badan Meteorologi Jepang bergerak cepat. Mereka mengeluarkan peringatan tsunami, bahkan memprediksi gelombang bisa mencapai ketinggian tiga meter. Kenyataannya, gelombang pertama yang tercatat menghantam sebuah pelabuhan di Aomori sekitar pukul 11.43 malam. Beberapa gelombang susulan, dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter, juga dilaporkan mencapai garis pantai.
Peringatan dari pemerintah pun disampaikan dengan nada serius. Juru bicara utama, Minoru Kihara, mendesak masyarakat untuk tidak lengah.
“Bahkan setelah gelombang pertama, gelombang kedua atau ketiga dengan ketinggian yang lebih besar bisa datang,” katanya kepada para wartawan.
Pesan intinya jelas: warga diminta tetap berada di tempat aman sampai situasi benar-benar dinyatakan aman.
Artikel Terkait
Sertifikat Menumpuk, Kompetensi Tergerus: Dampak Pandemi yang Mengubah Wajah Pendidikan
Generasi Layar: Saat Ponsel Menggerogoti Kemampuan Fokus Anak Muda
Mobil Terbakar Hebat di Jagorawi, Lalu Lintas Malam Terkunci
Bocah dengan Laptop Pecah Ditemukan Sendirian di Sleman