"Secara fisik saya lebih tua daripada Yang Mulia ini. Tapi kartu KTP, dua bulan setengah lebih tua daripada saya," selorohnya, mencairkan suasana.
Di sisi lain, Sri Sultan menyambut baik kunjungan ini. Ia melihatnya sebagai sebuah ruang untuk saling belajar. Bukan cuma antara dua orang, tapi juga antar bangsa.
"Saya kira kita sama-sama belajar untuk memahami antar bangsa, antar negara, baik sejarah maupun hal-hal lain yang membuat kita bisa saling menghargai," ucap Sultan.
Ia lantas menyinggung soal hubungan pendidikan yang sudah lama terjalin. Yogyakarta, kota pelajar, rupanya telah menjadi tujuan banyak mahasiswa Timor Leste. "Anak-anak dari Timor Leste sudah banyak yang belajar di Jogja, khususnya di bidang pendidikan. Semoga hubungan ini tetap bisa terjalin dengan baik," harapnya.
Pertemuan singkat itu, meski berlangsung santai, punya makna yang dalam. Ia seperti mengukir kembali benang-benang hubungan yang sudah ada. Hubungan budaya, sejarah, dan tentu saja, pendidikan antara Yogyakarta dan Timor Leste kembali ditegaskan. Bukan dengan pidato panjang, tapi lewat obrolan dan canda yang terasa begitu manusiawi.
Artikel Terkait
21 Terdakwa Kerusuhan DPR Divonis Pengawasan, Bebas dari Jeruji
Welas Asih yang Sejati Lahir dari Tubuh yang Tenang, Bukan Paksaan Moral
Rapat Darurat PBNU Pulihkan Posisi Gus Yahya sebagai Ketua Umum
Kaban Soroti Eksploitasi Hutan dan Penegakan Hukum yang Lembek