Listrik dan Komunikasi di Sumbar Pulih, Tapi Anggaran Rehabilitasi Tembus Rp 13,5 Triliun

- Minggu, 07 Desember 2025 | 20:54 WIB
Listrik dan Komunikasi di Sumbar Pulih, Tapi Anggaran Rehabilitasi Tembus Rp 13,5 Triliun

Layanan listrik dan komunikasi di Sumatera Barat, yang sempat lumpuh akibat bencana, kini sudah berfungsi normal. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memastikan hal itu. Tapi jangan salah, situasi di lapangan belum sepenuhnya mulus. Masih ada sejumlah wilayah yang terpencil dan sulit dijangkau, sehingga operasi darurat dan pengiriman bantuan logistik tetap jadi prioritas utama.

Informasi ini dia sampaikan langsung dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto. Lokasinya di posko terpadu penanganan bencana alam Aceh, yang berada di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu lalu.

“Untuk komunikasi di Sumatera Barat, sudah pulih 100%. Kemudian listrik ini juga sudah pulih 100%,” ujarnya tegas.

Sayangnya, kabar baik itu belum diikuti oleh pemulihan layanan air bersih. Prosesnya masih berjalan, dan butuh waktu.

“Untuk air, secara perlahan masih ada 21 kecamatan dan 7 kabupaten/kota yang masih dipulihkan,” kata Suharyanto mengakui.

Di sisi lain, dukungan peralatan dan moda transportasi udara masih sangat krusial. Tanpa itu, bantuan sulit masuk ke daerah-daerah terpencil.

“Kemudian untuk alutsista membantu dropping logistik di Sumatera Barat juga cukup dan memadai,” katanya menambahkan.

Lalu, soal biaya? Angkanya tidak kecil. BNPB mencatat, kebutuhan anggaran untuk membangun kembali Sumatera Barat pascabencana ternyata cukup fantastis.

“Kami laporkan, untuk Sumatera Barat hasil penghitungan dari Kemen PU, untuk memulihkan ke kondisi sebelum terjadi bencana atau menjadi lebih baik, membutuhkan anggaran Rp 13,52 triliun,” ujar Suharyanto memaparkan data itu.

Secara umum, kondisi di sana memang sudah jauh lebih baik. Namun begitu, masih ada titik-titik yang memerlukan perhatian ekstra. Dua kabupaten, yaitu Agam dan Pesisir Selatan, masih masuk kategori penanganan khusus.

“Tinggal dua kabupaten yang masih penanganan khusus: Agam, ada beberapa kecamatan dan lima nagari yang masih terisolasi; dan Pesisir Selatan, ada satu kecamatan dan tiga nagari yang terisolasi,” ucapnya merinci.

Nah, untuk wilayah-wilayah terpencil itu, Suharyanto menjamin bantuan tetap akan mengalir. Caranya? Menyesuaikan medan yang ada.

“Kemudian juga untuk daerah terdampak, dua kabupaten ini Pesisir Selatan dan Agam ada beberapa nagari yang masih terisolasi. Ini pun kami sudah drop logistik secara terus-menerus, di Pesisir Selatan masih lewat udara,” jelasnya.

“Tapi yang di Agam, selain lewat udara juga bisa lewat darat dan bisa lewat laut, lewat air,” tandasnya. Intinya, semua jalur dimanfaatkan agar tak ada yang tertinggal.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar