Lalu, soal biaya? Angkanya tidak kecil. BNPB mencatat, kebutuhan anggaran untuk membangun kembali Sumatera Barat pascabencana ternyata cukup fantastis.
“Kami laporkan, untuk Sumatera Barat hasil penghitungan dari Kemen PU, untuk memulihkan ke kondisi sebelum terjadi bencana atau menjadi lebih baik, membutuhkan anggaran Rp 13,52 triliun,” ujar Suharyanto memaparkan data itu.
Secara umum, kondisi di sana memang sudah jauh lebih baik. Namun begitu, masih ada titik-titik yang memerlukan perhatian ekstra. Dua kabupaten, yaitu Agam dan Pesisir Selatan, masih masuk kategori penanganan khusus.
“Tinggal dua kabupaten yang masih penanganan khusus: Agam, ada beberapa kecamatan dan lima nagari yang masih terisolasi; dan Pesisir Selatan, ada satu kecamatan dan tiga nagari yang terisolasi,” ucapnya merinci.
Nah, untuk wilayah-wilayah terpencil itu, Suharyanto menjamin bantuan tetap akan mengalir. Caranya? Menyesuaikan medan yang ada.
“Kemudian juga untuk daerah terdampak, dua kabupaten ini Pesisir Selatan dan Agam ada beberapa nagari yang masih terisolasi. Ini pun kami sudah drop logistik secara terus-menerus, di Pesisir Selatan masih lewat udara,” jelasnya.
“Tapi yang di Agam, selain lewat udara juga bisa lewat darat dan bisa lewat laut, lewat air,” tandasnya. Intinya, semua jalur dimanfaatkan agar tak ada yang tertinggal.
Artikel Terkait
Di Balik Forum Perdamaian: Ketika Diplomasi Indonesia Justru Mengukuhkan Penjajahan
Ketegangan di London: Paspampres Mundur Usai Ditegur Wartawan Inggris
Tim SAR Temukan Dua Korban Longsor Cisarua di Tengah Hujan dan Ancaman Longsor Susulan
Jadi Petani Bukan Jawaban: Saat Metafora Mengalihkan dari Krisis Keadilan