Mahasiswa ITS Sulap Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Bersama Murid SD

- Minggu, 07 Desember 2025 | 07:24 WIB
Mahasiswa ITS Sulap Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Bersama Murid SD

Di sebuah ruang kelas SD Mojo VII Surabaya, suasana tak biasa terlihat. Para siswa kelas 4 hingga 6 tampak fokus, mengamati sekelompok mahasiswa yang sedang beraksi. Mereka bukan cuma bercerita, tapi juga mempraktikkan sesuatu yang unik: mengubah minyak jelantah bekas pakai menjadi lilin aromaterapi yang wangi. Inilah salah satu wujud nyata program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Departemen Teknik Kimia Industri ITS.

Daril Ridho Zuchrillah dan Dr. Saidah Ali Altway, selaku dosen pembimbing, mendorong tim ini untuk merancang program kerja yang relevan dengan bidang keilmuan mereka. Tentu saja, sasarannya harus menarik. Akhirnya, tercetuslah ide untuk mengedukasi anak-anak SD tentang pengolahan limbah rumah tangga yang sederhana namun punya dampak besar.

“Sebelum praktik, kami jelaskan dulu soal bahaya minyak jelantah. Kalau dibuang sembarangan, bisa mencemari tanah dan air. Belum lagi risiko kesehatannya kalau dipakai masak berulang,” ujar Nirmala Eka Pandhuarta, ketua tim KKN tersebut.

Ia menambahkan, para siswa juga dikenalkan pada setiap bahan dan langkah pembuatannya. Agar tidak monoton, sesi tanya jawab diselipkan untuk memastikan materi terserap.

Nah, bagian yang paling seru tentu saja praktik langsung. Setelah mahasiswa mendemonstrasikan prosesnya di depan kelas, giliran para siswa yang mencoba. Mereka dengan antusias mengikuti setiap tahapan. Hasilnya? Lilin-lilin aromaterapi yang kemudian bisa mereka bawa pulang dan hias sesuai kreasi masing-masing.

Menurut Nirmala, antusiasme anak-anak itu sangat tinggi. “Mereka aktif banget, banyak yang bertanya dan berani mencoba langsung. Padahal ini materi yang baru buat mereka,” tutur mahasiswa angkatan 2023 asal Madiun itu.

Di sisi lain, kegiatan ini bukan cuma sekadar edukasi lingkungan. Ada nilai lebih yang coba ditanamkan, yaitu jiwa kewirausahaan. Para siswa diajak berpikir, sampah yang sering dianggap remeh ternyata bisa disulap jadi barang bernilai jual. Misalnya, lilin aromaterapi dari jelantah ini.

“Harapannya sih, kepekaan mereka terhadap lingkungan sekitar meningkat. Mereka jadi lebih kreatif memandang ‘sampah’, tidak langsung membuangnya,” jelas Nirmala.

Program seperti ini sejalan dengan komitmen ITS dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Dengan menyasar generasi muda sejak dini, kampanye lingkungan bersih dan konsumsi yang bertanggung jawab diharapkan bisa tertanam kuat. Pada akhirnya, langkah kecil seperti mengolah jelantah ini turut menyumbang tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, khususnya di poin ke-12.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar