Di sisi lain, ia juga realistis. Membangun sarana olahraga tak harus selalu bergantung pada APBD, yang seringkali terbatas. Pemerintah daerah didorong untuk kreatif mencari mitra.
“Kalau anggaran Pemda terbatas, ya bermitra saja. Bisa lewat skema KPBU, atau model kerja sama lainnya,” ungkapnya.
Ia lalu bercerita pengalamannya berkunjung ke Mandalika. Di sana, Pemda berkolaborasi dengan pengelola kawasan untuk menggelar Korpri Fun Night Run. Acara itu sukses mengaktifkan aset dan menarik partisipasi masyarakat.
Menurut sejumlah saksi, forum itu terasa hangat. Gaya penyampaian Bima yang lugas dan penuh ilustrasi praktis membuat audiens cukup antusias.
“Intinya, ini akan memicu kolaborasi antara semua pemangku kepentingan olahraga,” tandasnya menutup paparan. Sebuah penekanan bahwa jalan ke depan harus ditempuh bersama, dengan cara-cara yang lebih lincah dan tidak kaku.
Artikel Terkait
Mimpi Buruk Berujung Maut: Remaja di Karawang Tewaskan Ayah Kandung
Gus Ipul Tinjau SRMA, Dengar Langsung Kisah Murid yang Hidupnya Berubah
Anggota DPRD Kupang Ditahan, Terancam Pasal KDRT dan Perlindungan Anak
KPK Buka Suara: Gaji Tak Merata hingga Persepsi Korupsi sebagai Hak Istimewa