Terkait Isu Tambang, Din Syamsuddin Ingatkan Muhammadiyah: Jangan Bimbang
Keresahan di tubuh organisasi keagamaan lain terkait konsesi tambang pemerintah, menurut Din Syamsuddin, harus jadi pelajaran berharga. Ia adalah Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu. Baginya, situasi ini jelas memberi peringatan.
"Dari awal, saya sendiri yang menyarankan agar Muhammadiyah jangan terpengaruh buaian rezim Jokowi," ujar Din Syamsuddin kepada redaksi, Senin (1/12/2025).
"Tawaran konsesi itu, sampai sekarang pun tak kunjung real, sarat muatan politik. Cuma akan membelenggu Muhammadiyah dalam menjalankan amar ma'ruf nahyi munkar. Terutama soal pengrusakan lingkungan hidup yang jelas dilarang Islam dan picu bencana alam," sambungnya tegas.
Maka, malapetaka yang terjadi di sekitar harusnya menyadarkan para pengurus. Din menekankan, Muhammadiyah tak boleh ragu atau bimbang gejala yang sempat terlihat dari beberapa pernyataan kontroversial belakangan ini.
"Apalagi sampai bertikai. Maaf, mirip seperti hewan yang berebut tulang, sementara pihak lain sudah mengambil daginya," tandasnya dengan nada prihatin.
Menurut Din, langkah terbaik adalah mengembalikan saja konsesi tambang itu. Fokus organisasi sebaiknya dialihkan ke potensi bisnis lain yang terbuka, baik di dalam maupun luar negeri. Yang penting, Muhammadiyah jangan sampai terjebak.
Seperti diungkap Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, jebakan itu adalah Tiga K: Konflik, Korupsi, dan Kerusakan.
Di akhir pernyataannya, Din Syamsuddin menyampaikan doa. "Ya Allah, selamatkan Muhammadiyah tercinta dari malapetaka dan al-wahnu," ujarnya.
Yaitu penyakit hubbuddunya wa karahiyyatul maut – cinta dunia dan takut akan kematian.
Artikel Terkait
Bupati Bone Resmi Buka Rakor GTRA 2026, Dorong Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Masyarakat
BMKG: Cuaca Makassar Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini, Tak Ada Potensi Hujan Signifikan
Dua Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Sidoarjo, Berawal dari Mobil Diduga Dikemudikan Sopir Mengantuk
Federasi Iran Klaim Jatah Tiket Piala Dunia 2026 Dicabut Sepihak, Suporter Terancam Gagal Nonton