LISA, si asisten cerdas buatan Universitas Gadjah Mada, kembali jadi perhatian. Kali ini, bukan karena jawabannya yang cerdas, melainkan justru karena ia sedang 'istirahat'. Ya, sistem bernama Lean Intelligent Service Assistant (LISA) itu terpantau sedang menjalani perbaikan di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM.
Perbaikan ini tentu tak lepas dari kehebohan beberapa waktu lalu. LISA sempat viral setelah sebuah video merekamnya memberikan jawaban yang cukup mengejutkan. Saat ada yang bertanya soal “jokowi alumni ugm”, LISA dengan tegas menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo bukanlah alumni UGM. Pernyataan itu langsung memicu beragam reaksi.
Nah, pada Jumat (5/12) lalu, sekitar pukul sebelas pagi, kondisi di lokasi pun cukup ramai. Beberapa orang terlihat mengerumuni perangkat LISA. Suasana tampak serius.
Salah seorang yang ada di sana membenarkan bahwa memang sedang ada proses pembaruan sistem. "Iya, tim sedang melakukan update," ujarnya singkat. Namun begitu, ia enggan berkomentar lebih jauh ketika diminta klarifikasi detail.
Coba saja diakses, layar LISA hanya menampilkan pesan statis. Tidak ada dialog interaktif seperti biasa.
“Halo, saya LISA. Saat ini layanan sedang ditingkatkan untuk memberikan pengalaman yang lebih baik. Terima kasih telah menunggu. LISA akan segera kembali.”
Itulah tulisan yang terpampang. Avatar digitalnya di layar memang masih hidup, sesekali berkedip dan melambai. Tapi coba ajukan pertanyaan lewat mikrofon, tidak ada respons. Ia diam saja, seolah sedang berpikir sangat dalam.
Menurut pengamatan, proses perbaikan ini tampaknya dilakukan untuk menanggapi kontroversi sebelumnya. Di sisi lain, ini juga menunjukkan betapa sistem AI sekalipun butuh penyesuaian dan pemeliharaan rutin. Agar tidak salah paham, atau mungkin, agar lebih paham konteks.
Publik kini tinggal menunggu. Kapan LISA kembali online, dan seperti apa jawaban-jawabannya nanti setelah melalui penyempurnaan ini.
Artikel Terkait
Produksi Padi Merauke Melonjak 66 Persen Berkat Program Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah Rakyat
Kejari Rohil Tahan Dua Pejabat Disdikbud Tersangka Korupsi TPP Guru PPPK Rp1,47 Miliar
Anggota DRI Kecam Penyekapan dan Penganiayaan Sadis Perempuan di Bandung Selama Tiga Tahun
PBNU Siapkan Ekosistem Inovasi Digital untuk Santri dan Kader Menuju NIAS 2026