Nah, terkait hal itu, PVMBG sudah mengeluarkan sejumlah imbauan penting untuk keselamatan warga. Pertama, mereka melarang segala aktivitas di sektor tenggara, tepatnya sepanjang aliran Besuk Kobokan. Jaraknya? Cukup jauh, 13 kilometer dari puncak. Bahkan di luar titik itu, masyarakat diminta jangan mendekati tepian sungai dalam radius 500 meter. Soalnya, daerah itu berisiko diterjang perluasan awan panas atau aliran lahar yang bisa menjangkau hingga 17 km.
Catatan kecil: Besuk Kobokan ini berada di wilayah Lumajang, di lereng tenggara Semeru.
Kedua, jangan coba-coba mendekat ke puncak. Radius 5 kilometer dari kawah dinyatakan sebagai zona berbahaya karena ancaman lontaran batu pijar yang bisa datang tiba-tiba.
Terakhir, kewaspadaan harus terus dipupuk. Masyarakat diimbau mewaspadai ancaman beruntun yang mungkin menyusul: awan panas, guguran lava, dan tentu saja lahar. Ancaman ini terutama mengintai di sepanjang aliran sungai seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Bahkan anak-anak sungai dari Besuk Kobokan pun berpotensi dilanda lahar. Situasinya dinamis, dan semua mata tertuju pada gunung yang kembali tak tenang ini.
Artikel Terkait
Indonesia Kecam Serangan Israel di Gaza, Sebut Langgar Gencatan Senjata
Trump Luncurkan Dewan Perdamaian untuk Gaza, Dunia Terbelah Antara Harapan dan Kecurigaan
Lokasi Buronan Korupsi Rp 1,98 Triliun Sudah Dipetakan Interpol Indonesia
Utang Puasa Menumpuk? Waspadai Denda Fidyah yang Bisa Tembus Jutaan Rupiah