Kabupaten Tamiang benar-benar terputus dari dunia luar. Banjir bandang disusul longsor telah mengubah wilayah itu menjadi pulau yang terisolasi, lumpuh total. Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, Kapolda Aceh, baru saja merasakan sendiri betapa sulitnya menjangkau daerah itu. Menurutnya, Tamiang saat ini adalah satu-satunya kabupaten di Aceh dimana pemerintahan lokal nyaris tak berfungsi sama sekali.
Bantuan dari mana pun, termasuk dari arah Medan, masih mentok. Jalan-jalan utama tertutup lumpur tebal dan genangan air yang dalam. Belum lagi longsoran yang menghalangi.
"Untuk Kabupaten Tamiang, untuk masuk ke wilayahnya masih banyak air. Dari Medan pun belum bisa tembus karena ada air sekitar 1 meter dan longsoran di jalan," ujar Marzuki.
Tapi dia dan timnya nekat. Mereka memaksa masuk. Bukan perkara mudah sepanjang jalan, mobil-mobil teronggok tak berdaya, terpelanting seperti mainan. Di sekitar pom bensin pun, pemandangan serupa.
"Kami bisa tembus kemarin, dengan dorong beberapa mobil, karena sepanjang jalan mobil bergelimpangan, di pom bensin mobil bergelimpangan," katanya, menggambarkan upaya berat itu.
Begitu tiba di pusat kota, yang mereka saksikan mirip adegan film bencana. Pemerintahan setempat benar-benar kolaps. Kantor Polres, instansi pemerintah, semuanya terendam lumpur. Tak ada kendaraan operasional, apalagi alat komunikasi yang masih berfungsi.
Artikel Terkait
Gerakan Rakyat Resmi Berkibar Jadi Partai, Sahrin Hamid Pimpin Transformasi
Harapan dan Doa di Pondok Bambu untuk Yoga, Korban Hilang Pesawat Maros
Dari Tunanetra Jadi Terapis Andalan, Andry Buktikan Disabilitas Bukan Halangan Berkarya
Puisi: Arsip Sunyi yang Menyimpan Kekecewaan Publik