Di sisi lain, muncullah sederet pertanyaan yang butuh jawaban segera. Apa sih dasar perhitungan gaji di IMIP? Kenapa posisi non-spesialis bisa dapat puluhan juta? Proses rekrutmennya sendiri sudah sesuai aturan atau belum? Pertanyaan-pertanyaan ini makin keras terdengar, terutama dari aktivis perburuhan dan warganet yang gusar.
Mereka khawatir, selain jelas-jelas tidak adil, situasi seperti ini bisa memicu kecemburuan sosial yang nggak sehat. Pekerja lokal yang tulang punggung industri justru merasa dianggap sebelah mata.
Sayangnya, sampai berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak IMIP. Padahal, desakan untuk transparan sudah menguat. Masyarakat butuh kepastian dan keadilan, terutama untuk skema pengupahan dan kualifikasi pekerja asing di perusahaan yang disebut-sebut sebagai pilar industri nikel nasional ini.
Nah, kita tunggu saja langkah selanjutnya. Isu ini terlalu besar untuk diabaikan.
Artikel Terkait
Pengendara Motor Tewas Tabrak Truk yang Berhenti di Jalan Wates-Purworejo
Pemerintah Pastikan Kondisi Pekerja Migran Indonesia di Timur Tengah Masih Aman
Saksi Ungkap Harga Chromebook di Bawah Pasar, Kerugian Negara Dipertanyakan
IAEA: Iran Belum Miliki Program Senjata Nuklir, Namun Pengayaan Uranium Capai Level Mengkhawatirkan