Di sisi lain, muncullah sederet pertanyaan yang butuh jawaban segera. Apa sih dasar perhitungan gaji di IMIP? Kenapa posisi non-spesialis bisa dapat puluhan juta? Proses rekrutmennya sendiri sudah sesuai aturan atau belum? Pertanyaan-pertanyaan ini makin keras terdengar, terutama dari aktivis perburuhan dan warganet yang gusar.
Mereka khawatir, selain jelas-jelas tidak adil, situasi seperti ini bisa memicu kecemburuan sosial yang nggak sehat. Pekerja lokal yang tulang punggung industri justru merasa dianggap sebelah mata.
Sayangnya, sampai berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak IMIP. Padahal, desakan untuk transparan sudah menguat. Masyarakat butuh kepastian dan keadilan, terutama untuk skema pengupahan dan kualifikasi pekerja asing di perusahaan yang disebut-sebut sebagai pilar industri nikel nasional ini.
Nah, kita tunggu saja langkah selanjutnya. Isu ini terlalu besar untuk diabaikan.
Artikel Terkait
Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Maros, 11 Orang dalam Penerbangan Yogyakarta-Makassar
Pohon Kebaikan Wan Daud: Puisi untuk Membangkitkan Singa Islam yang Tertidur
Dari Aceh ke Donbass: Kisah Briptu yang Desersi dan Jadi Tentara Bayaran Rusia
Senator Papua Kritik Lembaga Baru: Papua Butuh Dialog, Bukan Birokrasi