Seruan Bantu Korban Bencana
Di sisi lain, pidatonya juga menyentuh isu kemanusiaan yang lebih aktual. Rizieq menyoroti bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Ia merasa pemerintah lamban merespons.
"Saya sesalkan kalau sampai hari ini pemerintah belum mau menyatakan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bencana nasional," bebernya dengan nada kecewa.
Tak hanya kritik, ia pun mengajak ribuan pendukung yang hadir untuk turun tangan. Ia meminta mereka membuka kantong bantuan. Menurut pengakuannya, jaringan organisasinya sudah bergerak lebih dulu.
"Seluruh cabang FPI yang ada di Aceh maupun Sumatera Utara, begitu juga Sumatera Barat, sejak hari pertama terjadi gempa, semua sudah membuka posko-posko dan dapur-dapur umum," tandasnya, menegaskan peran yang telah dilakukan.
Pidato itu pun berakhir dengan seruan yang menggabungkan semangat moral, politik, dan solidaritas, mencerminkan narasi yang ia usung selama ini.
Artikel Terkait
Cinta yang Mencairkan Hati Raja Iblis: Kisah Fenomenal Love Between Fairy and Devil
ICP Indonesia Terjun ke USD61,10, Dihantam Banjir Pasokan Global
Publik Soraki KPK Usai Yaqut Ditetapkan Tersangka Kasus Kuota Haji
Di Balik Berita Demo Iran: Tangan Asing dan Propaganda yang Dikemas sebagai Fakta