Teheran – Konflik yang melanda kawasan ini sudah memasuki hari keempat. Dan kabar buruknya, korban jiwa terus berjatuhan. Menurut data terbaru dari Iranian Red Crescent Society atau Bulan Sabit Merah Iran, sedikitnya 787 orang telah meninggal dunia akibat rangkaian serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel.
Angka itu melonjak drastis dari laporan sebelumnya. Cuma dalam dua hari, jumlah korban tewas bertambah 550 orang. Padahal, data awal yang dirilis lembaga kemanusiaan itu ‘hanya’ mencatat 201 kematian dan 747 orang luka-luka.
Rupanya, serangan yang terjadi begitu masif. Bulan Sabit Merah Iran menyatakan sedikitnya 1.039 serangan telah mengguncang berbagai wilayah. Dampaknya menyebar ke 153 county atau wilayah administratif di negara itu. Situasinya benar-benar meluas.
Di antara ratusan korban sipil, ada pula puluhan personel militer yang gugur. Tiga belas tentara Iran tewas saat sebuah pangkalan militer di Provinsi Kerman, selatan Iran, dihujani serangan udara gabungan. Sementara itu, di Kota Jam dan Dir, Provinsi Bushehr, lima personel angkatan udara dan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga dilaporkan meninggal.
Artikel Terkait
Roy Suryo Tegaskan Pernyataan RHS di Video adalah Sikap Pribadi, Bukan Wakili Penulis Jokowis White Paper
Jerman Evakuasi Diplomat dari Irak Menyusul Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel
Korlantas Andalkan Teknologi Digital untuk Atur Rekayasa Lalu Lintas Mudik 2026
Arteta: Arsenal Layak Bawa Pulang Kemenangan dari Markas Leverkusen