Dia berharap aparat bisa segera meredakan situasi. Antrean kendaraan semakin panjang, sementara ketegangan di lokasi belum juga reda. Aparat keamanan yang berjaga dilaporkan kewalahan menahan emosi kedua kubu yang saling berhadapan.
Korban pun berjatuhan. Beberapa karyawan PT Krisrama mengalami luka-luka akibat lemparan batu dan serangan panah. Mereka kini harus menjalani perawatan di rumah sakit. Di sisi lain, warga adat tetap bersikukuh dengan pendiriannya.
Meski mendapat perlawanan sengit, pihak perusahaan tampaknya belum mau mundur. PT Krisrama menegaskan akan melanjutkan rencana pembersihan lahan tersebut. Klaim mereka berbenturan dengan klaim warga adat yang menganggap tanah eks HGU itu sebagai wilayah ulayat mereka.
Hingga berita ini diturunkan, suasana di Talibura masih mencekam. Warga adat terus berjaga, bersiaga di lahan yang mereka perjuangkan. Nyawa seakan bukan lagi halangan. Sementara itu, blokade di jalan Trans Flores belum sepenuhnya dibuka, membuat ruas jalan vital itu tetap sulit dilalui.
Artikel Terkait
Bupati Sidrap Resmikan Ramadan Fair untuk Dongkrak Perekonomian Lokal
Kemenag Makassar Verifikasi Izin dan Mutu Pondok Pesantren Daarul Hafidzoh
Sulsel Waspada Hujan Sedang dan Angin Kencang pada Selasa (3/3)
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami