"Pemerintah RI adalah milik rakyat," tegas Prabowo. Kalimat itu diulanginya untuk penekanan. "Kita kerja untuk rakyat. Kita berbakti untuk rakyat."
Intinya sederhana: mengelola kekayaan negara agar benar-benar bisa meringankan beban masyarakat. Pemerintah, menurutnya, tak akan pernah membiarkan korban bencana berjuang sendirian di tengah kesulitan. Solidaritas menjadi kunci.
"Untuk itu, marilah kita saling membantu sama-sama menghadapi masa susah," ajaknya sebelum berpamit.
Prabowo kemudian menutup pertemuan dengan pesan inti. "Yang penting saya harus mengelola di pusat supaya kekayaan negara bener-bener untuk rakyat."
Kunjungan ke Padang Pariaman ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Presiden sudah menyambangi sejumlah lokasi bencana lain di Sumatera. Rutenya dimulai dari Posko Penanganan Bencana di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Lalu, ia juga mendatangi lokasi pengungsian di Kabupaten Aceh Tenggara. Tampaknya, blusukan langsung ke titik terdampak menjadi cara Prabowo memastikan bantuan tak hanya wacana di atas kertas.
Artikel Terkait
Gaji Fantastis Sabrang Noe Letto di Dewan Pertahanan Nasional Terkuak
Sutoyo Abadi Sindir Eggi Sudjana: Terserang Al-Wahn dan Takut Penjara?
Bukti-Bukti Kepalsuan Ijazah Jokowi Kian Menguat, Restorative Justice Jadi Tak Bermakna
Penyidikan Polda Metro Jaya Dianggap Tunduk pada Perintah dari Solo, SP-3 Dinilai Cacat Hukum