Kunjungannya ke selatan bukan sekadar formalitas. Di hadapan warga yang rumahnya terendam, Anutin berjanji akan mendorong proses pemulihan secepat mungkin. Wilayah itu memang yang paling parah terdampak. Penyebabnya adalah Siklon Senyar, sebuah badai tropis ganas yang muncul akhir November lalu dan memicu cuaca ekstrem mirip dengan yang dialami tetangganya, Indonesia.
Namun begitu, musibah ini bukan cuma masalah Thailand belaka. Seolah bergantian, bencana serupa melanda beberapa negara di Asia. Sri Lanka, Malaysia bagian utara, dan Pulau Sumatra di Indonesia juga berjuang melawan air yang mengamuk. Rangkaian tragedi ini, seperti dilaporkan, telah merenggut lebih dari 1.100 nyawa. Angka yang sungguh memilukan.
Jadi, Thailand hanyalah satu dari banyak titik di peta Asia yang sedang berduka. Di sisi lain, pengakuan jujur dari pemimpinnya setidaknya memberi nuansa lain: sebuah pengakuan bahwa di tengah amuk alam, ada ruang untuk kejujuran dan pertanggungjawaban.
Artikel Terkait
Klaim Bahagia Prabowo Beradu dengan Data 100 Juta Penduduk Miskin
Gaji Fantastis Sabrang Noe Letto di Dewan Pertahanan Nasional Terkuak
Sutoyo Abadi Sindir Eggi Sudjana: Terserang Al-Wahn dan Takut Penjara?
Bukti-Bukti Kepalsuan Ijazah Jokowi Kian Menguat, Restorative Justice Jadi Tak Bermakna