Surat-surat Hanyut, Nyawa Bertahan: Kisah Titin dan 442 Korban Banjir Langkat

- Senin, 01 Desember 2025 | 19:36 WIB
Surat-surat Hanyut, Nyawa Bertahan: Kisah Titin dan 442 Korban Banjir Langkat

Sabtu pagi itu, Titin (47) sama sekali tak menduga. Di Tanjung Pura, Langkat, air tiba-tiba datang begitu deras, menghanyutkan segala yang ada di hadapannya. Ia hanya bisa terdiam, menyaksikan barang-barang miliknya hanyut tak terselamatkan.

“Kejadian itu bikin kami panik semua,” kenang Titin, saat ditemui Senin (1/12). Suaranya masih terdengar getir.

“Orang datang tahu-tahu langsung dari atas.”

Dalam situasi seperti itu, menyelamatkan harta benda jelas mustahil. Bahkan surat-surat berharga yang biasa disimpan rapi pun ikut lenyap diterjang arus. Jangankan barang elektronik, dokumen-dokumen penting pun tak sempat diselamatkan.

“Semua ditinggal,” ujarnya dengan nada pasrah.

“KTP, surat nikah, kereta dalam rumah, semua habis gak tersisa. Cuma baju di badan. Untung nyawa gak hilang.”

Memang, hujan sudah turun hampir seharian penuh. Tapi siapa sangka debit air bisa naik secepat itu? Titin menggambarkan, dalam semalam saja situasi berubah total.

“Satu malam, pagi langsung dalam. Seolah-olah dia mata air,” jelasnya.

“Sampai 4 meteranlah ketinggiannya. Kita kira air enggak langsung tinggi, sekali udah naik, air langsung ngerendem spring bed.”

Di sisi lain, dampak bencana ini ternyata jauh lebih luas. Korban jiwa dari longsor dan banjir di beberapa provinsi terus bertambah, menciptakan duka yang mendalam. Data terakhir dari BNPB per Minggu (30/11) malam mencatat angka yang memilukan: 442 orang meninggal dunia.

Rinciannya cukup mencengangkan. Di Sumatera Utara, 217 orang dinyatakan tewas dengan 209 lainnya masih hilang. Sumatera Barat mencatat 129 korban jiwa dan 118 orang belum ditemukan. Sementara di Aceh, 96 orang tewas dan 75 orang dinyatakan hilang.

Angka-angka itu bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada cerita-cerita seperti cerita Titin, yang harus memulai lagi dari nol.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar