Artinya, penempatan aparat harus punya dasar dan skema yang matang, bukan cuma sekadar reaksi sesaat.
Nyatanya, sinyal untuk memperketat pengawasan sudah terlihat. Baru-baru ini, Bandara IMIP jadi lokasi latihan gabungan TNI berskala besar. Latihan itu dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat tinggi negara, dari Menhan sampai Jaksa Agung.
Momen itu dipakai Menhan Sjafrie Sjamsoeddin untuk menyampaikan pesan tegas.
Pernyataan itu jelas sebuah warning. Pemerintah tampaknya mulai serius menutup celah-celah yang berpotensi merugikan negara, terutama di pintu-pintu strategis seperti bandara internasional milik korporasi ini.
Jadi, di satu sisi status internasional Bandara SSHSN Pelalawan memudahkan bisnis Sukanto Tanoto. Di sisi lain, ia juga membuka mata pemerintah untuk mengawasi lebih ketat. Soal bagaimana implementasinya nanti, kita lihat saja perkembangannya.
Artikel Terkait
Bupati Sidrap Resmikan Ramadan Fair untuk Dongkrak Perekonomian Lokal
Kemenag Makassar Verifikasi Izin dan Mutu Pondok Pesantren Daarul Hafidzoh
Sulsel Waspada Hujan Sedang dan Angin Kencang pada Selasa (3/3)
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami