Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera membuat banyak keluarga tercerai-berai. Untuk menjembatani itu, Palang Merah Indonesia (PMI) punya solusi. Mereka membuka layanan khusus bernama Pemulihan Hubungan Keluarga, atau dalam istilah internasionalnya Restoring Family Link (RFL). Layanan ini menyasar masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang kehilangan kontak dengan sanak saudara akibat musibah.
Mujtahidin, Kepala Sub Divisi Kesiapsiagaan dan Rekonstruksi Markas Pusat PMI, menjelaskan tujuan dari inisiatif ini.
"Intinya, kami ingin memberikan informasi terkini soal data korban. Baik mereka yang selamat, maupun yang masih dalam pencarian," ujarnya, Senin (1/12).
Menurutnya, layanan serupa juga bisa diakses di kantor-kantor PMI tingkat kabupaten dan kota di daerah terdampak. Jadi, jangkauannya lebih luas.
Bantuan yang ditawarkan terbagi dua. Pertama, 'Saya Selamat'. Ini untuk warga yang ingin memberi kabar bahwa mereka baik-baik saja. Kedua, 'Saya Mencari'. Layanan ini diperuntukkan bagi keluarga yang sedang mencari anggota keluarganya yang hilang kontak sejak bencana terjadi.
Nah, buat masyarakat yang membutuhkan, baik yang ada di lokasi bencana maupun di luar, bisa menghubungi kontak berikut:
Untuk wilayah Aceh, hubungi Munandar di 0822-4846-5704 atau 0813-6017-8561. Di Sumatera Utara, Friska yang bisa dihubungi di 0822-7422-1142. Sementara untuk Sumatera Barat, kontak personnya adalah Citra di nomor 0813-5617-0153.
Tapi, cara melaporkannya nggak cuma lewat telepon.
"Kami juga mengumpulkan data langsung di lapangan," kata Mujtahidin. "Relawan kami akan mendatangi pos-pos pengungsian untuk mencatat setiap laporan dari warga. Silakan manfaatkan layanan ini."
Selain mengandalkan laporan aktif, tim PMI memang turun langsung. Mereka jemput bola, mendata dan mengumpulkan informasi dari pengungsi di lokasi bencana. Pendekatan ini diharapkan bisa menjaring lebih banyak orang yang membutuhkan pertolongan.
Di sisi lain, ada tujuan psikologis yang lebih dalam dari layanan ini.
"Dengan membuka akses informasi, kami berharap komunikasi antar keluarga bisa tersambung lagi," jelas Mujtahidin. "Harapannya, tekanan batin yang dirasakan korban dan keluarganya bisa sedikit berkurang."
Layanan ini rencananya akan berjalan selama dua minggu ke depan. Durasi waktu itu bisa saja diperpanjang, menyesuaikan dengan besarnya kebutuhan di lapangan. Semoga saja, banyak keluarga yang bisa bertemu kembali.
Artikel Terkait
Polisi Bekuk Komplotan Pembobol Rumah Lintas Provinsi, Incar Rumah Kosong dengan Ciri Lampu Teras Menyala
Garuda Muda Kalahkan China 1-0 di Laga Perdana Piala Asia U-17 2026
Arsenal Vs Atletico Madrid: Laga Penentuan Tiket Final Liga Champions di Emirates
Paus Sperma 15 Meter Terdampar Mati di Pantai Jembrana Bali