“Ini murni dari hati. Kami cuma ingin saudara-saudara di sana tahu, mereka tidak sendiri. Sedikit bantuan ini, semoga bisa meringankan beban yang mereka tanggung,” ujar Wahyu Hidayat, Senin lalu.
Ia menekankan, aksi tersebut lahir dari rasa kebersamaan yang kuat di antara para alumni.
Menurut rencana, seluruh bantuan logistik itu diangkut menggunakan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat. Kapal tersebut berlayar dari Surabaya dengan tujuan utama Sumatera Utara, sebelum akhirnya didistribusikan lebih lanjut ke titik-titik terdampak terparah di berbagai daerah.
Harapannya jelas: pemulihan segera terwujud. Wahyu Hidayat dan kawan-kawan berharap masyarakat Sumatera bisa kembali bangkit, lebih kuat dari sebelumnya. Jalan masih panjang, tapi setidaknya mereka tak berjalan sendirian.
Artikel Terkait
Target Zero Accident MBG 2026 Terganjal 1.242 Kasus Keracunan di Januari
Ijazah Jokowi dan Ujian Terakhir Kerahasiaan Publik
Haji Isam Pacu Hilirisasi, Jhonlin Group Garap Baterai Nikel di KEK Setangga
Opini Publik Barat Berbalik: Dukungan AS untuk Israel Mencatat Titik Terendah Sejarah