Puluhan Ribu Paket Bantuan Darurat Dikirim ke Sekolah yang Terdampak Bencana

- Senin, 01 Desember 2025 | 12:00 WIB
Puluhan Ribu Paket Bantuan Darurat Dikirim ke Sekolah yang Terdampak Bencana

Ribuan sekolah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini mulai menerima bantuan darurat dari pemerintah. Dana tahap pertama, yang nilainya lebih dari Rp 4 miliar, sudah dikucurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menanggapi dampak bencana yang melanda wilayah-wilayah tersebut.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa upaya pemetaan dan mitigasi terus digenjot. Tujuannya jelas: agar proses belajar mengajar tidak benar-benar terhenti.

“Kami sudah melakukan mitigasi dan melakukan pemetaan, tidak hanya Aceh dan Sumatera Utara, tetapi juga di beberapa tempat di Jawa Timur, dan Jawa Tengah,”

ujar Mu’ti dalam keterangannya, Senin (1/12).

Di lapangan, tenda-tenda darurat sudah didirikan sebagai ruang kelas sementara. Namun begitu, pekerjaan rumah masih banyak. Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengaku pendataan untuk bantuan lanjutan masih berlangsung. Mereka ingin memastikan bantuan yang dikirim benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lokasi bencana.

“Kami menunggu info datanya, jika sudah ada, maka bisa kami proses pengirimannya. Kami juga terus berkoordinasi dengan Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB),”

tutur Suharti.

Lebih dari Seribu Sekolah Terdampak

Angkanya cukup besar. Berdasarkan data terbaru per Minggu (30/11), tercatat 1.009 satuan pendidikan yang terdampak di tiga provinsi itu. Rinciannya, 310 sekolah di Aceh, 385 di Sumatera Utara, dan 314 lainnya di Sumatera Barat.

Dampaknya merata di semua jenjang. Mulai dari PAUD dan SD, lalu naik ke SMP, SMA, SMK, sampai sekolah luar biasa (SLB) dan PKBM ikut merasakan efeknya.

Bentuk Dukungan yang Disediakan

Lalu, bantuan apa saja yang disiapkan? Kemendikdasmen punya sejumlah skema. Untuk kebutuhan mendesak, ada 126 tenda kelas darurat dan lebih dari 10 ribu paket perlengkapan belajar siswa atau school kit.

Tak cuma itu. Mereka juga menyiapkan voucher bantuan senilai Rp 25 juta per sekolah untuk peningkatan mutu pembelajaran. Dukungan psikososial senilai Rp 50 juta per paket turut dialokasikan, plus puluhan ribu buku teks dan nonteks. Bahkan, untuk jangka menengah, program revitalisasi pendidikan pada 2026 nanti akan diprioritaskan untuk daerah-daerah ini.

Di sisi lain, koordinasi juga diperketat. Grup koordinasi per provinsi dibentuk. Skema donasi melalui QRIS dan rekening khusus UPT pun disiapkan untuk memudahkan masyarakat yang ingin ikut membantu.

Perlahan, Akses Logistik Dibuka

Sementara itu, dari sisi logistik, upaya pemulihan akses terus digalakkan oleh BNPB. Distribusi bantuan dikerahkan lewat tiga jalur: darat, laut, dan udara. Untuk daerah yang terpencil dan sulit dijangkau, kapal express bahari dikerahkan sejak Sabtu (29/11) menuju sejumlah kabupaten di Aceh.

Daerah yang lebih parah lagi, di mana jalur darat dan laut tak memungkinkan, mengandalkan bantuan udara. Pesawat caravan dan helikopter milik TNI dan BNPB siap terjun.

Sejak Jumat pekan lalu, konvoi darat sudah bergerak membawa bantuan awal. Isinya beragam, dari paket sembako dan makanan siap saji, hingga kasur lipat, selimut, dan peralatan kebersihan. Peralatan komunikasi penting seperti starlink dan genset juga tak ketinggalan.

Semua upaya ini, kata BNPB, akan terus dilanjutkan. Sampai kondisi di lapangan benar-benar pulih dan anak-anak bisa kembali belajar dengan tenang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar